Kamis, 31 Maret 2011

Saatnya Mendengarkan (9)

Ayah nich apalah...habis mamam pun tak di bereskan lagi..bu..bu liatlah ayah tuch mamamnya tak dibereskan lagi...iya.

Ayah : Dini nanti bobo sama Ayah aja ya...
Dini : Janganlah nanti kalau Dini bobo sama Ayah, ibu kasihan gak ada kawannya nanti ibu nangis.

Bu...Dini sekarang dah pintarlah, dini sekarang udah bisa mandi sendiri, gosok gigi sendiri....nanti dini bantu ibu cuci ya...ya bu ya..iya
Bu..nanti dini cuci piring ya...ya bu ya...iya.

Bu..Dini gak sukalah sama Rijal tuh di sekolah, habisnya dia nakal dia suka pukul dini kayak gini bu...dini gak suka sama Rijal ( tangan digempal trus menujukkan wajah garan kewajahnya Dini trus lengan Dini di pukulnya ).
Rijal tuch kalau main gak mau diam..malas dini , rijal lari-lari..loncat2..malas lah dini bu..Dini gak suka sama Rijal...iya tapi dini gak boleh balas ya, Dini gak kawan sama Rijal bu.

**
Selain aku dirumah yang suka ngomel ternyata dini sudah mulai perhatian dan suka protess dan ngedumel..kebiasaan ayahnya yang tak suka makan di meja makan jadi sasarannya. Jadi kalau sarapan pagi atau makan malam Ayahnya paling suka pasang meja kecil trus makan di depan tv...habis makan gak di lipat lagi mejanya jadi Dini yg ngomel.

Apa apa yang ingin di lakukan Dini semua selalu ditanyakan pada Ibunya baik dia mau susu, dia mau makan, dia mau mandi, gosok gigi, pakai baju apa bisa di bilang semuanya...seringnya aku bilang belajar untuk mandiri menentukan apa yang ia ingin lakukan. Tapi kerap ia selalu bertanya dulu pada ibunya hingga membuat ayahnya kesal...karna meskipun ayahnya ada di hadapannya Dini akan tetap mencari ibunya..karna itu ayahnya selalu saja mengoda Dini tidur sama ayah aja....nanti Dini mulai marah dan ngomel kembali.

Sepertinya Dini benar2 tak senang dengan Rijal karna setiap di tanyak apa yang dilakukan di sekolah nama Rijal tak pernah tinggal dari pembicarannya...dan aku selalu bilang untuk tidak membalas apa yang sudah di lakukan teman2nya.

Dini yang mulai mandiri....semoga saja diusia 5 tahun ia belum terlambat, walaupun seharusnya ia sudah harus mandiri pada usia 4 tahun. Untuk sementara ini aku hanya melihat dan membantu sedikit ketika ia mandi..., jika menyiram bunga dia bisa diandalkan...meskipun ia ingin sekali membantu aku untuk mencuci piring karna sebenarnya aku tau kalau cuci piring dia hanya ingin main sabun aja.

10 komentar:

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

wah, Dini kritis ya...ciri anak pinter tuh.

richardo sitompul mengatakan...

brarti kecerdasan dini sudah mulai bekerja...mumpung masih kecil, berikan informasi yang bermanfaat buat Dini dan ajarkan hal-hal yang bermanfaat juga.....

salam cerdas buat Dini...

Arief Bayoe Sapoetra mengatakan...

Wah sudah mulai cerdas .....waktunya buat samean mengajarkan kebaikan karena dengan mudah dini bisa menyerap itu semuanya mbak.... semoga sehat selalu & tambah pinter mbak buat dini,,,,,,,

Nufri L Sang Nila mengatakan...

tetap semangat ya mengajarinya...dari hari ke hari pasti akan menjadi semakin mandiri apabila di berikan contoh yang baik...

:)

lidya mengatakan...

usia Dini dan Pascal terpaut 1 tahun ya

catatan kecilku mengatakan...

Dini emang oke deh... Pintar mamanya mendidik ya?
Salam utk Dini ya mbak...

Justmeilani mengatakan...

salam y buat dini, mbak yg sabar y ngarahin dini,..

Gaphe mengatakan...

heheh.. kecil-kecil udah bisa ngomel yak. Yang penting, Dini jangan nakaal yaak. biar kalo dijahatin sama rijal, nggak usah dibales. Tuhan yang ntar mbales..

oke Din?

#jadi om yang sok nasehatin

Hariyanti Sukma mengatakan...

hmm... kebayang deh lucu2 nya Dini. Dini anak yg pintar dan kritis. Salam ya mbak buat Dini.

IbuDini mengatakan...

Fanny : Semoga saja dini menjadi anak yang pintar

Sukma : Amin...semoga saja ya bu.

Gaphe : Nasehat Om akan di ingat selalu

Jusmailani : Salam kembali kasih buat tante.

Mb Reni : bukan saya yang ok mb emang dianya yang cerewet abis

Ricardo : semoga saja saya bisa mendidiknya untuk lebih baik lagi.

Arief : tentunya saya akan mengajarkan yang baik2 buat dia agar kelak bisa menjadi anak yg bisa di banggakan.

Nufri : semangat

Lidya : iya

Poskan Komentar

Kunjungan sahabat sangat berarti buatku, terlebih lagi bila sahabat mau mengomentarinya....Terimakasih..