Kamis, 10 Maret 2011

Kata Anak-anak

Aku tinggal di daerah Perumnas yang bisa dibilang banyak anak-anak kecilnya..hampir setiap sore mereka selalu saja bermain ditetangga depan rumahku. Kebetulan tetangga depanku itu dulu orangnya baik dan ramah jadi tidak masalah bagi dirinya jika para anak2 bermain diteras rumahnya...kebetulan tetanggaku itu ibu rumah tangga dan punya anak kecil kira2 5 th.

Sementara jika kami bekerja anak-anak tersebut akan pindah bermain di teras rumah kami..maklum rumah kami sedikit adem kalau siang hari karna depan rumah kami ada pohon jambu dan sedikit luas. Kenapa aku tau mereka selalu main diteras rumah kami karna setiap aku pulang dari bekerja teras rumahku selalu saja kotor terdapat bekas2 mainan dari kertas-kertas dan yang paling sering aku dapati itu korek api kayu dan beberapa alat2 masakan.
Terkadang anak-anak mau juga ngidupin keran yang ada disamping rumah, sehingga ketika aku pulang sore air yang aku tampung di gentong Pinguin itu habis, pernah juga mereka menjatuhkan barang2 kedalam sumur seperti sendal , kayu dan banyak lagi..awalnya aku merasakan bau yang tak sedap dari air yang aku gunakan. setelah di selidiki dan ternyata....hingga aku berniat untuk memasang pagar dan menutup sumur. Tak masalah bagi kami jika anak2 bermain aku hanya takut anak2 masuk kedalam sumur dan menghabiskan air dipenampungan lagi.....

Aku sering berkata pada suami jika halaman rumah kotor...ini pasti kerjaan anak-anak..dan aku selalu begitu. Karna meskipun sudah kami pagar, kami tidak kunci pintu pagarnya karna takut dibilang pelit sama para tetangga...yang penting anak2 tak masuk sumur aja udah. Aku tidak ingin memarahi mereka apalagi bilang anak -anak nakal karna suatu hari nanti anakku Dini pasti akan besar dan mungkin akan lebih parah jika bermain dirumah orang....anak2 kalau tak nakal atau bandel bukan anak2 namanya.
Pohon delima didepan rumahku juga jarang sekali aku memanennya karna baru aja bunga udah digeprokin sama anak2 belum lagi jambu air yang sering dipanjatin sampai kegenteng....dan lagi-lagi aku selalu bilang pada suami...ini pasti anak2.

Hinggalah Dini besar , pandai bicara, memiliki teman dan pandai berkomenar serta mengomel, dan kini bukan aku lagi yang mengatakan ini pasti anak-anak melainkan Diniku yang mengatakannya.
Jika rumah kotor pada saat pulang kerja pasti dia akan mengatakan...ini pasti anak-anak ya bu..duh anak-anak ini memanglah ( gitu katanya dan itu selalu jika rumah dalam keadaan kotor).
Nanti kalau dia mau tidur siang anak2 pada bising tuch dan dia akan berteriak dari jendela rumah yang tertutup sambil bilang...duh anak-anak ini..heii abang..jangan bising dini mau tidur lah....abang...abang jangan bising ( padahal aku tak pernah mengajarkan untuk mengusir temannya ).

Akhirnya aku memberikan pengertian kepadanya untuk tidak memarahi teman-temannya yang main dihalaman rumahnya....dan sekarang setelah dini umur 5 tahun rumah kami sedikit sepi karna anak2 yang dulunya kecil sekarang udah pada gede-gede....dan yang sering main di rumah hanya 2 temannya Dini..Mela dan Noi..sementara teman-teman yang lain selalu bermain di halaman bermain yang sudah disediakan oleh RW kami di block tempat kami tinggal...katanya untuk memudahkan anak2 bermain.

**
Dari ini aku dapat belajar tentang sesuatu perkataan yang mana anak-anak sangat cepat dan mengikuti apa-apa saja yang sudah kita bicarakan. Dia tidak tau apakah itu baik buat dia atau tidak...karna itu kita sebagai orang dewasa hendaknya menjaga tutur kata di depan anak-anak.
Pada saat dia mengatakan anak-anak..dia tidak tau padahal dia sendiri masih anak-anak sama seperti teman2nya.

Rata Penuh

11 komentar:

Lidya mengatakan...

enaknya dini punya teman dirumah ya, PAscal dirumah tidak ada temannya, tapi ALlhamdulillahsekarang ada adiknya

Muhammad A Vip mengatakan...

konon dosa anak-anak ditanggung orang tuanya. jadi selama masih anak-anak baiknya gak usah disalahin kalau berbuat tak menyenangkan, bu

dina mengatakan...

deuh dini seperti ibunya, memang anak sekali cepat belajarnya, ambil yang baiknya, yg jelek ditinggalkan

Mulyani Adini mengatakan...

Lidya : ya dini sekarang punya teman main dan alhamdullilah sekali temannya itu baik banget mereka ber3 kalau bermain akur dan lebih sering mewarnai ketimbang main kotor.

Muhammad : iya bener sekali, sedikit pengertian itu sudah mendidiknya.

Dina : setuju bun...

harlie mengatakan...

masa kanak-kanak memang sering dipenuhi oleh tiru meniru..
jadi orang tualah yang mestinya memberikan pertimbangan terhadap anaknya..

Lily Simangunsong mengatakan...

ibu sabar banget ya sama anak2, salut deh bu :)

Rin mengatakan...

hihihi.. jadi inget waktu kecil, sering maen di teras rumah rame-rame sama temen2 yang lain. Gantian, hari ini dirumah, besoknya dirumah temen yang lain. Jadi terasnya dapet giliran kotor semua. haha :D

mamanayla mengatakan...

alllowww...Ibu Dinii....apakabar?? udah masuk kok mbaa Follow nya..makasih ya udh follow balik.sun Syang buat si cantiiik yaaa mba

the other mengatakan...

hihihi.. Dini pinter menirukan kata2 ibunya. hati2 lho mbak... Dini cepat menangkap perkataan orang tuh.

jejak langkahku mengatakan...

wah asyiknya... halaman rumah tante banyak tanamannya ya ternyata?

Mulyani Adini mengatakan...

Harlie : bener banget..apa yang kita ucapkan bisa diikuti oleh mereka, dan mereka tidak tau apakah baik atau tidak perkataan tersebut.

Lisna : Wahh gak lis..mb bukan ibu yang sabar justru suka hilang kesabaran.

Rin : namanya anak2 ya gitu kalau main kan berpindah-pindah..heheheh

Mamanayla : syukurlah bun kalau udah masuk...soalnya kemarin susah sekali masuknya.

Mb Reni : Iya bener mb...

Shasa : gak banyak sa...sekarang malah udah di tebang soalnya capek membersihkannya

Posting Komentar

Kunjungan sahabat sangat berarti buatku, terlebih lagi bila sahabat mau mengomentarinya....Terimakasih..