Kamis, 12 Mei 2011

Hafalan Shalat Delisa

Mungkin sebagian sahabat sudah pernah membaca buku yang satu ini...” Ya , Buku yang dituliskan oleh Tere Liye penerbit Republika dengan Judul Hafalan Shalat Delisa.

Ini pertama kalinya saya mereview sebuah buku...biasanya saya membuat Sinopsis dari sebuah Judul Drama.

Buku ini menceritakan tentang seorang anak berusia 6 tahun dari sebuah keluarga yang sederhana, penuh dengan sopan santun dan ramah. Abinya bekerja di tanker perusahaan minyak internasional dan pulang tiga bulan sekali. Sementara Uminya dirumah menerima jahitan baju tetangga dan membordir. Gadis mungil yang cantik itu bernama Delisa memiliki 3 kakak yang cantik dan selalu baik padanya yaitu Fatimah, Cut Zahra dan Cut Aisyah.

Tapi sayang kebahagiaan tersebut hilang dalam sekejab dengan adanya Tsunami Aceh pada tanggal 26 Desember 2004 beberapa tahun yang lalu. Musibah ini membuat gadis kecil bernama Delisa harus kehilangan anggota keluarganya kecuali Abinya yang masih hidup, meskipun ia juga tak pasti apakah Uminya masih hidup atau sudah meninggal karna tak ditemukannya Jenazah Umi.

Pagi itu menjadi akhir dari segalanya, Delisa hanya ingat ketika itu ia dan teman-temannya sedang melakukan Hafalan Sholat di sekolahnya ….ia memikirkan bahwa ia harus menyelesaikan hafalan Sholatnya dengan sempurna karna selama ia melaksanakan Sholat lima waktu masih saja selalu lupa dengan bacaan Sholatnya. Tapi Tuhan berkehendak lain...saat benar2 seorang anak kecil ingin melakukan sujudnya , ketika itu juga Delisa tak bisa melakukannya....dan akhirnya tersadar kalau ia tak lagi memiliki satu kakinya karna di amputasi.

Waktupun berlalu , tetapi Delisa tak juga bisa melakukan Hafalan Sholat dengan benar sepertinya daya ingat Delisa menolak mentah2 dengan Hafalan tersebut. Delisa yang tak menyadari mengapa ia tak dapat melakukannya di tambah lagi pengakuan dosanya yang belum sempat ia lakukan kepada kakaknya dan Uminya mengenai coklat.

Rasa kecewa Delisa semakin menghantui pikirannya ketika ia mengetahui Ibu Umam masih hidup...membuat Delisa marah atas apa yang terjadi pada dirinya...menilai semua perkataan guru ngaji dan juga guru sekolahnya kalau anak yang baik itu adalah anak yang bisa membantu kedua orang tuanya...karna anak yang baik doanya selalu di kabulkan adalah BOHONG..BOHONG DAN BOHONG...semua itu tak benar baginya.

Delisa yang tak pernah bertanya kenapa kakinya pincang, kenapa dia cacat, dan ia tak mengeluh, dia juga tak keberatan dengan keadaan semua itu dan juga tak pernah merajuk...karna ia tak ingin abinya sedih. Justru kenapa Umam yang sehat Uminya masih hidup sementara Delisa yang cacat begitu menderita Uminya tak juga kembali.

Akhir dari cerita ini Delisa menyadari kenapa ia selama itu tak bisa melakukan Hafalan Sholat dengan baik, hingga di sabtu sore 21 may 2005 yang cerah membuat Delisa begitu bersyukur dapat melakukan Sholat dengan bacaan sholat yang benar dan lancar.....seperti bacaan sholat itu berbicara padanya.

Yang membuat ia lebih kaget dan shok pada saat ada sebuah sinar yang menggagu penglihatannya...yaitu sebuah kalung dengan simbol D...yang membuat ia terkejut bukan kalungnya melainkan Kalung tersebut di gengaman kerangka manusia dengan tulang yang masih utuh dan putih....Apakah Umi...ya itu Umi, hingga Delisa terjatuh pada sejuknya air sungai.

“ Apakah Delisa hanyut atau tidak oleh sejuknya air sungai...masih??? “.

Selesai

Kutipan Tere Liye :

Ya Allah ..lihatlah! Gadis kecil itu sungguh ingin sujud kepadaMu...sungguh hanya ingin sujud kepadaMu dengan sempurna untuk pertama kalinya. Tetapi sekarang ia tak bisa melakukannya.

Ya Allah, bukankah banyak sekali orang-orang jahat, orang2 munafik , orang2 fasik yang bisa semuanya melakukan hal2 buruk didunia ini. Engkau sungguh tak menghalanginya! Tetapi Delisa! Ya Allah justru hendak sujud kepadaMu...hendak sujud! Kenapa Kau membuatnya pingsan sebelum ia melakukannya. Kenapa! Ya Allah, kenapa. Aku bertanya ya...Aku butuh penjelasan...

Seribu malaikat bertasbih.....Seribu malaikat mengungkung langit Lhok Nga. Turun menatap semua itu..Dan mereka tidak melakukan apa-apa!.

***

Dari buku ini aku mendapat pelajaran kalau kita itu harus melakukan segala sesuatu dengan iklas dari hati kita ..niat karna Allah , dan bukan melakukannya karna sesuatu yang ingin kita harapkan seperti mengharapkan hadiah.

Dan jangan menunda sesuatu hal yang menurut kita itu sudah menyakiti atau mengecewakan hanya demi sesuatu yg ingin kita raih.

Hari esok kita tidak akan tahu apakah kita masih punya kesempatan untuk meminta maaf dan menjelaskan atau tidak karna semua yang kita jalani atas kehendakNya.



21 komentar:

Muhammad A Vip mengatakan...

sip bu review-nya. semoga bisa jadi bekal dalam membesarkan Dini

Nia mengatakan...

wahhh bagus yachh bukunya....terima kasih udah di review disini.....jadi pengen baca juga.....

Lyliana Thia mengatakan...

wah makasih Bu Dini udah me-review buku ini... seperti membaca buku itu kembali... yup, aku baca buku ini thn 2005 sehabis kejadian tsunami itu... pinjem... dan pas aku mau beli habis... di setiap toko buku yg kukunjungi selalu habis! bertahun2 aku cari buku ini... akhirnya kebeli jg thn 2009... beruntunglah Bu Dini punya buku ini... krn susah sekali carinya...

skrg kabarnya mau dibuat film yah? kita tunggu yuk... semoga filmnya sebagus novelnya... amin...

Hariyanti Sukma mengatakan...

mbak makasih ya review bukunya... jadi bisa tau sedikit2 isi buku tsb... bisa jadi perenungann nih mbak..

lidya mengatakan...

thanks bun review nya

joe mengatakan...

sudah pernah melihat buku itu tapi belum pernah baca

attayaya-mading mengatakan...

ceritanya kok sedih ya...
hmmm....

semoga kita semua ikhlas

Amy mengatakan...

Melakukan sesuatu dgn iklas akan membawa manfaat bagi diri sendiri dan org lain :)

Ferdinand mengatakan...

Met Malem Mbak :D

Wah maaf banget nie sebelumnya aku malah baru bisa berkunjung kesini hhe.. :D

Hem... aku pun udah baca buku ini Mbak, pantes koQ pas baca kayanya aku tau akhir ceritanya ternyata bener ini buku yg waktu itu kubaca... Bener Mbak gak ada yg tau hari esok kecuali Sang Pencipta... :D

Oiya ngomongin tentang Buku ada satu buku yg banyak banget diminta sama Sahabat Blogger untuk aku jadiin Ebook judulnya Negri 5 Menara, aku juga udah baca sih dan emank bagus soalnya pas kuliat covernya ternyata best seller hhe... kayanya bagus juga tuh klo si Mbak mau baca, atau tgu'in aku Scan dan Upload ke Blog klo mau baca versi Ebooknya hhe.. :D

Semangat n happy blogging Mbak :D

r10 mengatakan...

true story atau novel nih mbak? pengen rasanya aku punya skill bikin novel :D

umiabie mengatakan...

wah sedih ya ceritanya, ampe nangis nih bacanya..

Vicky Laurentina mengatakan...

Ide ceritanya bagus banget, Mbak. Harga bukunya berapa?

Ude Baha mengatakan...

Pernah kecewa karena pesan ama kawan ga dapet...

Hariyanti Sukma mengatakan...

gara2 hilangnya blog diperedaran hari jum'at hilang juga deh koment ku disini ya, mbak....
sepertinya buku bagus nih ... pengen baca lengkapnya deh ... makasih ya, mbak udah buat review buku ini.

Ardian Bumi mengatakan...

daerah aceh nh mbak. Ya Allah, jadi keinget masa kecilku yang juga tak baik di aceh.
Hmmmh...

KucingTengil mengatakan...

jadi tertarik ma bukunya :O

IbuDini mengatakan...

r10 : bila punya keinginan pasti bisa.
Umiabi : lebih enak baca lengkapnya
Vicky : maaf buk dokter mb kurang tau soalnya buku hadiah sih.
Ude : sepertinya utk sekarang emang rada susah.
Ibu Sukma : iya mb..
Ardian : aslinya aceh juga ya
Kucing tengil : jangan lupa di beli kalau gitu

Sayang sekali gara2 blogger Eror beberapa hari yang lalu semua komen terbaru hilang semua....

Mama Kinan mengatakan...

Waduh mbak, jadi malu nieh..mbak rajin banget baca buku..saya ada satu buku aja dari desember blom tamat tamat hehehe...
tularin dong hobby baca bukunya kesaya :)

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

aku baru tahu ada buku karangan Tere Liye. baru denger namanya

Wanita mengatakan...

Bunda, aku terharu baca artikel ini. hehehe...sampai berkaca nih.

Zulfadhli's Family mengatakan...

Sedih deh ah bacanya. Sama kaya Mba fanny, baru tau ada pengarang buku bernama Tere Liye

Posting Komentar

Kunjungan sahabat sangat berarti buatku, terlebih lagi bila sahabat mau mengomentarinya....Terimakasih..