Kamis, 26 Mei 2011

Ayahku (Bukan) Pembohong


Satu lagi.....Buku dengan judul Ayahku ( bukan ) Pembohong karangan Tere Liye penerbit PT Gramedia Pustaka Utama dipinjamkan dari seorang teman yang baik hati dan tidak sombong. Tentunya sebagian sahabat sudah ada yang mengenalnya dan bagi yang belum kenal silahkan saja datang kesini...dijamin orangnya ramah tamah.

Tautan

Buku ini menceritakan tentang seorang anak bernama Dam , memiliki seorang ibu yang sangat sabar juga seorang ayah yang memiliki banyak cerita. Bisa dibilang masa kecil Dam selalu diisi dengan cerita-cerita hebat oleh sang ayah dari Ayah yang memiliki sahabat Kapten pemain sepak bola EL Capitano El Prince pencetak gol terbanyak, Lembah Bukhara, Apel Emas, Suku Penguasa Angin, Si Raja Tidur ...bisa dibilang semua judul cerita ini diceritakan dari sang ayah seolah2 Ayah Dam mengalaminya.

Hingga Dam tumbuh dewasa memasuki sekolah yang letaknya tak diketahui banyak orang Akademi Gajah namaya. Disekolah inilah Dam mengetahui semua tentang cerita ayahnya dari sebuah buku cerita yang sudah sangat lama dan mungkin tidak terdapat diperpustakaan lainnya. Hingga suatu hari ia tak bertegus sapa pada ayahnya pada saat Liburan Tahun ketiga Dam sengaja menanyakan kepada Ayahnya apakah cerita Apel Emas itu benar.

Ibunya meninggal dunia karna penyakit yang diderita sudah cukup lama, pada saat ujian kelulusan...tapi Dam dapat meraih nilai baik dan lulus meskipun telat 1 bulan. Berkat surat rekomendari dari kelapa sekolahnya Dam bisa melanjutkan ke bangku kulian yang lumayan bergengsi dengan jurusan Arsitektur.

Beberapa tahun kemudian Dam bertemu dengan teman kecilnya yang sempat dulunya dimarah oleh Dam , menghukum untuk tidak menyebut namanya yaitu Taani....temen sekolah SD nya yang tak sengaja buku hariannya tentang Sang Kapten dibaca oleh teman-temannya. Sekarang Taani bertemu lagi dengan Dam setelah sekian tahun , Taani mengambil kulian Biologi....bersahabat kembali dan beberapa tahun kemudian mereka menikah. Taani ini anak Pelatih renang Dam ..lho. Dari pernikahan itu mereka memiliki 2 orang anak Zas dan Qon...yang sekarang begitu akrab dengan kakeknya yaitu ayah Dam. Masih seperti dulu Ayah Dam masih suka bercerita terlebih lagi kepada cucunya.

Tapi Dam selalu saja melarangnya agar kedua anaknya untuk tidak terpengaruh atas cerita kebohongan ayahnya yang sudah ia berikan selama itu. Dam yang semakin membenci ayahnya.

Hingga pertengkarang itu terjadi , Dam yang tidak suka ayahnya tinggal bersamanya ditambah lagi dengan cerita2 bohong membuat ayahnya diusir dan pergi , Ayah Dam pun kembali kerumah kecilnya.

Setelah pertegkaran , Dams melihat Laptop hasil pencarian kedua anaknya , yang lebih membuat Dam tak percaya Akademi Gajah tidak ada dalam pencarian diinternet ..padahal Dam sekolah disana, dicoba beberapa kali ...selang beberapa detik keluarlah informasi yang dicari, kabar kebenaran kalau Ibunya Dam seorang artis yang menikah dengan pria biasa yaitu ayahnya Dam pun ada.

Malam pertengkaran itu Ayah Dam pergi mengunguji makan istrinya, diepisode inilah cerita terakhir Ayah pada Dam...apakah ibumu bahagia ...yaitu Danau Para Sufi...” kata Ayah..kamu akan tahu apakah ibumu bahagia atau tidak “. Sempat dilarikan kerumah sakit tetapi pagi itu Ayah Dam meninggal dunia dan banyak sekali orang2 yang datang kepemakaman...termasuklah Kapten yang menjadi idola Dam...memeluk erat dan mengatakan Ayah kau adalah segalanya bagi kapten tua ini dan ayahmu terlalu sederhana untuk mengakuinya. Pagi ini baru Dam menyadari kalau Ayahku bukan Pembohong.

**

Awalnya ngeboseni ceritanya...tapi setelah memasuki dunia kehidupan Dam baru menarik, dari pertengkaran seorang anak kepada ayahnya, rahsia yang disembunyikan orang tua kepada anaknya, seorang kakek ingin membuat cucunya bahagia, kasih sayang menantu pada mertua.

Hendaknya kita sebagai anak mengambil segi positifnya saja, selagi itu untuk kebaikan kita kenapa musti menghakimi orang tua, begitu juga orang tua paling tidak jangan membuat seorang anak begitu sangat penasaran sehingga ia tak tau apa yg menjadi kesalahannya karna selalu bertanya-tanya tanpa mendapat jawaban.


Sekian.



26 komentar:

I-one mengatakan...

makasih review ya..sebenarnya udah lama mau beli tapi takut gak bagus...

wawank mengatakan...

Makasih atas review nya kak..,

SOFYAN mengatakan...

wah jadi pingin baca bukunya,,tapi terima kasih telah di review,,salam

Pakde Cholik mengatakan...

Pinter menulis review.
Bagus,lanjutkan karena suatu saat akan menghasilkan.
Salam hangat dari Surabaya

Nyitnyit mengatakan...

makasih ya bu reviewnya...betul kata ibu hendaknya kita mengambil hak² yang positif saja...oh ya bu ada award buat ibu silahkan berkunjung di blog saya ya bu...

tunsa mengatakan...

lgsg menghubungi orang itu ah, hehe...
salam

Hariyanti Sukma mengatakan...

makasih banyak ya mbak, udh review buku ini, krn blm pernah baca buku ini, nah dgn gini bisa tahu dikit2lah alur cerita ...

Dewifatma mengatakan...

Mul, ikut blog review aja kayak yang pernah di posting Pakdhe di blognya. Mulyani kan suka nge-review film juga. Kan lumayan dapat uang jajan buat beli bakso tenis. :D Nanti traktir aku *blon apa-apa udah nodong*

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

bener2 penggemar Tere ya,sis

dunia kecil indi mengatakan...

mirip film BIG FISH ya? :) ah, mungkin cuma kebetulan...

Arief Bayoe Sapoetra mengatakan...

tere liye judulnya menggemaskan.....hehehhe menarik bukunya mbak..... :)

umiabie mengatakan...

mau beli buku tapi belum sempet aja nih waktunya..

Makasih atas review nya ya mba..

Yusnita Febri mengatakan...

rekomen nih buku..
makasih looh mba reviewnya...
aku cm tau daun yang jatuh itu doang.. :)

Yunda Hamasah mengatakan...

Jadi ingin baca buku ini, makasih ya sudah berbagi...
Tere Liye, aku juga pernah baca 2 buku lain karyanya. Bagus memang. Kalau tak salah ya, salah satunya Hafalan sholat Delisa. SUKA :)

IbuDini mengatakan...

Mb Dewi : belum percaya diri untuk ikutan yg gituan kak Wi.

to All : saya juga berterimakasih bila review ini pas dihati sahabat semua.
Terus terang saya juga baru belajar.

Yunda : minggu lalu saya baru aja buat review nya untuk Hafalan Sholat Delisa.

lidya mengatakan...

makin banyak koleksinya tere Liye nih bun

Gaphe mengatakan...

tambahan review buku Tere Liye.. wah, seru juga baccanya. seakan mengalami sendiri kisah Dam. dan ketika Dam menyadari bahwa ayahnya bukan pembohong... sudah terlambat

Yhantee mengatakan...

buku Tre Liye, memang super duper keren ^__^, makasih mba reviewnya

attayaya-mading mengatakan...

hmmm kira-kira ini buku mau cerita tentang apa ya???

Lyliana Thia mengatakan...

Jadi ingin beli buku ini deh Bu.. ^_^

pelajaran yg bisa diambil sangat bagus... menghakimi orang lain saja udah jahat, apalagi Ayah sendiri... :-(

Bunda Loving mengatakan...

Wah.. senangnya dapat baca review buku baru lagi...meski gak punya bukunya, tp aku suka kok dg jalur ceritanya...thank dek..

IbuDini mengatakan...

Bang Atta : kalau disimak sih buku ini penyemangat untuk sang anak, tetapi aktor utama tidak ingin sang anak mengetahui kebenarannya.

Nia mengatakan...

wahh terimakasih udah di review...soale aku punya buku ini dari Pakdhe tapi belum sempet dibaca hihihi.....

IbuDini mengatakan...

Nia : jangan sampai kecoak yg baca duluan bukunya ya

Anonim mengatakan...

yang belum punya buku sebauknya segera beli bukux,.. dijamin,.. SUKA ^^

samandta mengatakan...

gak nyesel juga baca bukunya, keren

Poskan Komentar

Kunjungan sahabat sangat berarti buatku, terlebih lagi bila sahabat mau mengomentarinya....Terimakasih..