Tampilkan postingan dengan label Review Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review Buku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Oktober 2011

Book Review : Blogging For Money




Judul : Blogging For Money
Penulis : Medhy Aginta
Editor : Benedicta Rini W
Penerbit : Andi Yogyakarta
Cetakan : 1
Tebal : 240 halaman

***

Blog adalah media baru dan unik yang menawarkan berbagai peluang eksporasi dan potensi mendulang uang melalui internet. Sementara sebagai pengguna internet adalah untuk mendapatkan informasi yang benar yang bermanfaat dan membantu.

PakDeku berkata “ Ngeblog sing Enak tapi gak sak~Enake ! Yang artinya negblog yang enak tapi jangan suka-suka. Karna akan berakibat tidak baik bila ngeblog sak enake dewe......

Saya mungkin saya salah satunya...ngeblog hanya untuk iseng-iseng belaka tetapi setelah saya membaca bolak balik dari Buku ini rasa keinginan saya untuk mempelajari semakin meningkat. Yaitu tentang tujuan saya membuat blog, tulisan apa yang saya pajang agar nantinya bila seseorang menemukan tulisan di blog saya tidak terjerumus atau tersesat karna mendapatkan tips-tips yang gak penting dan tidak nyata.

Ngeblog untuk suka-suka tidak ada salahnya. Tapi! tidak sedikit juga dengan ngeblog para blogger ingin bisa menghasilkan uang atau berbisnis online . Ya ...meskipun tidak gampang untuk mendapatkan cring-cring yang lumayan dari mbah Google. Karna ini semua butuh perjuangan dan kerja keras kita tentunya.

Nah...untuk sahabat yang sedang mencoba atau sedang kesulitan mendapatkan penghasilan dari mbah Google yang sudah lama berkecimpung tetapi tidak kunjung juga cring-cringnya, saya yakin Buku ini bisa membantu kesulitan sahabat. Kenapa? Karna buku ini banyak menguraikan tentang Ngeblog yang sebenarnya.

Buku Blogging For Money adalah buku panduan jitu untuk mengoptimalkan dan mendapatkan perhasilan dari blog. Buku yang di tulis oleh Medhy Aginta adalah blogger paruh waktu pemiliki Blogguebo.com yang pernah dimuat sebagai featur news di media cetak offline yaitu Harian Kontan dan tabloid PC Plus , di kupas dimedia online Vivanews.com dan Kapanlagi.com serta muncul di televisi, SBO TV Lokal di Surabaya. Selain itu ia juga masuk sebagai finalis kompetisi blog internasional The Best of the Blogs ( The Bobs ) yang berpusat di Bonn, Jerman untuk kategori Best Weblog Indonesia selama dua kali berturut-turut di tahun 2009 dan 2010.

Di buku ini ada tertulis 235 penjelasan yang di uraikan, dan beberapa diantaranya adalah :

  1. Kunci Monetisasi blog.

  2. 10 alasan kenapa Niche Blogging lebih menguntungkan.

  3. 13 cara mendulang uang dengan blog berbahsa Indonesia.

  4. 35 tips praktis.

  5. Monetisasi blog dengan program Paid to Review, Advertise, Affiliate, Socialize.

  6. Rahsia mendulang Dolar.

  7. Cara belajar Bisnis Internet.

  8. Dengan Twitter bisa menghasilkan uang.

  9. Peluang mendulang uang dengan AdOnBanner.com, Reduxmedia, Backlinks.com

  10. Dan....benarkah dengan Klik Klik Klik dapat duit.

Jadi aku rasa...tidak ada salahnya bila buku ini menjadi pilihan sahabat untuk mengurangi rasa bingung dan melancaran dalam mencari cring-cring juga berbisnis Online. Penulis bisa ditemui secara online di medhy@blogguebo.com atau via Facebook di http://www.facebook/medhyaginta, atau via Twitter dengan nickname Medhy.

Semoga dengan buku ini dan bantuannya bisnis sahabat melalui internet bisa berjalan dengan lancar dan mbah Google berbaik hati mengirimkan Cring-cring setiap bulannya kepada kita.


Salam hangat dan sehat selalu untuk Sahabat dari Bintan - Riau.

” Artikel ini diikutsertakan pada Book Review Contest di BlogCamp ".


Link

Terimakasih


Selasa, 09 Agustus 2011

Dahsyatnya Menjadi Ibu Rumah Tangga


Penulis buku Ummu Harrits & Irfan Supandi sebagai penerbit Ziyad Visi Media dengan judul Dasyatnya Menjadi Ibu Rumah Tangga.

Buku ini menceritakan tentang seorang wanita, istri dan keluarga....Hawa yang diciptakan tuhan dari tulang rusuk adam. ..lalu dari tulang tersebutlah diciptakan istrinya yaitu hawa. Dan apakah itu benar wallahu a,lam.

Pria dan wanita diciptakan oleh tuhan sama derajatnya untuk saling mengisi memikul tanggung jawab, tidak ada yang harus lebih tinggi derajatnya maka harus di hormati. Kita berlomba untuk selalu bertaqwa, menjalankan amalan kebaikan.

Namun buku ini lebih kearah wanita, istri yang bekerja atau wanita karir hendaknya jangan menyalahkan apa yang sudah diberikan kepada suami. Lebih kepada bisa membagi waktu dan menjalankan apa yang sudah menjadi kewajibannya....karna sesungguhnya istri sangat mulia.

Jangan pernah malu atau minder menjadi Ibu Rumah tangga yang mungkin kaum wanita khawatirkan...menikah maka tak bisa lagi bekerja atau melakukan yang menyenangkan bagi dirinya. Izin suami yang di perlukan serta kepercayaan yang di jalankan harus benar2 dengan baik di laksanakan.

Menjadi Ibu rumah tangga...selain melayan suami dari sumur, kasur, dapur dan juga mengasuh anak dari makan, minum, pakaian jangan jadikan dirimu akan hina atau seperti pembantu karna sesungguhnya Tuhan tidak menempatkan kaum wanita dibawah derajat yang paling rendah. Ibu rumah tangga yang dahsyat tentunya berfikir positif bagaimana agar tetap dirumah tapi masih bisa membantu ekonomi keluarga yang kurang dan dapat melaksanakannya meskipun dirumah.

Misal : dirumah bisa membuat suatu usaha baik itu jualan, pesanan kue, buka toko, buka praktek yang sesuai dengan keakhlian kita, bisnis online nah ini lebih keren.... Karna itu bekali diri kita dengan keterampilan. Maka menjadi ibu rumah tangga atau wanita rumahan tidaklah menyeramkan justru lebih menyenangkan. Disamping bisa membantu suami, menyalur hobby dan berkarya juga bisa memantau anak-anak di rumah....( Moga aku bisa melakukannya ...Amin..).

Buku ini juga banyak tertulis beberapa hadis, pesan hak-hak suami dan istri jadi alangkah baiknya jika membacanya langsung karna tak bisa diceritakan lebih detai tentang Dasyatnya Menjadi Ibu Rumah Tangga disini.



****

Buku ini saya dapatkan pada saat ikutan Aduk dengan tema Kado Pernikahan, meskipun dalam acara Aduk kali itu saya tidak beruntung tetapi saya mendapatkan keberuntungan untuk di amanahkan sebuah buku yang bagus untuk saya pribadi tentunya. Buku yang sengaja di berikan oleh yang punya Hajatan pada saat Ulang Tahun Pernikaannya yaitu PakDe Cholik di Surabaya.

PakDe makasih ya bukunya sudah sampai dengan selamat , semoga PakDe sekeluarga selalu diberi kesehatan , keselamatan, kemurahan rejeki dan bisa menjalaninya sampai akhir hayat memisahkan...Do'akan keluargaku agar bisa seperti PakDe.




Kamis, 04 Agustus 2011

Negeri 5 Menara

Novel Negeri 5 Menara karya tulis Ahmad Fuadi dengan Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Buku ini di angkat dari kisah nyata hidupnya yang kemudian dituangkan menjadi sebuah Novel dengan ketebalan 2.5cm. Lumayan tebal .....

Buku ini mencertitakan seorang pemuda bernama Alif Fikri asal kampung liliput di pinggiran Danau Maninjau Bayur Sumatra Barat. Ayahnya seorang guru matematika di madrasah dan amak seorang guru SD. Karna keinginan amakya yang menginginkan anak lelakinya menjadi seorang pemimpin agama kelak di kemudian hari, amaknya menginginkan Alif masuk sekolah Agama. Karna keinginan kuat sang amak mau tidak mau Alif mengubur niatnya yang sudah menjadi cita-cita serta keinginanya untuk melanjutkan kesekolah SMA dan kuliah di ITB yang sudah di idam-idamkannya bersama sahabanya Randai.

Dengan niat setengah hati Alif akhirnya memutuskan untuk mengikuti keinginan amaknya tapi pilihannya adalah untuk tidak masuk Madrasah di Sumatra Barat melainkan Alif memilih mondok di Pondok Madani yang terletak di Jawa Timur. Karna info dari Eteknya kalau anak-anak lulusan Pondok Madani banyak yang sukses dan bisa sampai ke Mesir. Semoga pilihanku tak salah kata Alif.

Dengan menempuk jarak jauh dari sumatra barat ke Jawa Timur menggunakan Bas akhirnya sampai juga Alif di tempat tujuan. Mengikuti Tes , dan lulus ujian dan di terima sebagai murid resmi di Pondok Madani. Begitulah tinggal di pesantern hari-hari yang di lalui hanyalah belajar, belajar dan belajar. Belum lagi harus bangun malam, hafalan, pidato dan banyak lagi yang begitu menguras otak. Bahasa sehari-hari yang dipergunakan adalah bahasa arab, bahasa inggris. Bila didapati ketahuan menggunakan bahasa indosesia atau bahasa daerah maka hukuman tanpa ampun didapat oleh siswa. Meskipun butuh process dan waktu akhirnya semua itu bisa terlaksana akibat terbiasa meskipun masih belum fasih. Untuk mandi dan makan selalu saja ikut antrian jadi tak jarang waktu terbuang oleh siswa meskipun dalam antrian di sempatkan sambil membaca buku.

Alif begitu sangat kompak dengan ke 5 teman seperjuannya di Pondok Madani yang berbeda asal yaitu Atang asal Bandung, Raja asal Medan, Said asal Surabaya , Dulmaji asal Madura dan Baso asal Sulawesi. Tapi meskipun mereka berbeda suku mereka selalu saja kompak dan kemana-mana bersama. Mereka memiliki keahlian yang berbeda karna itu mereka selalu melengkapi antara kekurangan yang satu dengan yang lainnya. Susah senang bersama-sama.

Kata ampuh yang menjadi pedoman mereka untuk tetap selalu semangat yaitu “ MAN JADDA WAJADA “, siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan sukses. Meskipun di hari pertama mereka sudah mendapatkan hukuman tetapi tidak mematahkan niat mereka yaitu untuk menuntut Ilmu.

Alif yang terkadang selalu goyah, keinginan untuk menggunakan seragam abu-abu selalu saja menjadi patah semangatnya dia belajar, ditambah lagi cerita-cerita menarik dari sahabatnya Randai membuat dia menjadi cemburu. Tapi ada hal yang membuat dia menjadi semangat yaitu ketulusan hati dan iklas maka kita dapat menjalankan sehari-hari berakhir dengan baik.

Tempat tongkrongan favorid mereka mendiskusikan baik itu tentang cita-cita, kesehariannya adalah di kaki menara Masjid Jami Pondok Madani. Disinilah mereka selalu berkumpul sambil menunggu waktu magrib tiba. Sampai-sampai mereka di juluki Sohibul Menara. Karna tempat yang strategis dan mudah untuk sampai menuju mesjid.

Hingga sampai akhir tahun ujian di kelas 6 atau taman SMA , Baso teman yang pintar harus mengiklaskan dirinya untuk tidak mengikuti ujian karna neneknya sedang sakit. Berpisahlah mereka dengan Baso yang kembali ke kampung halaman untuk mengabdi kepada neneknya setelah kedua orang tuanya meningggal, dan Baso menjadi guru serta melanjutkan hafalannya dengan seorang ustad di kampungnya. Karna tujuan utama Baso adalah dapat menghafal luar kepala dan isi dari Al Quran tersebut...yaitu untuk di berikan kepada kedua orang tuanya yang sudah tiada.

11 tahun kemudian mereka bertemu di kaki menara Trafalgar Square London. Sebuah awan yang selalu mereka angankan adalah negara-negara yang mereka kagumi dan impikan akhirnya dapat mereka raih dengan usaha dan kerja keras. Atang yg sudah 8 tahun tinggal di kairo menjadi mahasiswa program doktoral ilmu hadis Al Azhar. Raja yang sudah 1 tahun di London setelah menyelesaikan kuliah hukum islam S1 Madinah. Sementara 3 sahabatnya di Indonesia yaitu Dulmaji dengan cita-citanya mendirikan sebuah pondok di surabaya , Said meneruskan usaha keluarganya dan Baso anak yang pintar mendapat beasiswa dengan modal hafal luar kepala isi Al Quran ke Arab Saudi.

Apa yang menjadi impain mereka “ kun fa yakun “ maka semua menjadi nyata....karna siapa yang bersungguh-sungguh maka akan berhasil....itulah kata pedoman mereka ketika berada di Pondok Madani.

***

Setiap orang memiliki cita-cita, dan setinggi cita-cita apapun itu bila kita rajin dan berusaha insyaallah semua itu akan berjalan lancar dan keberhasilan Nyata ada di tangan kita. Lakukan segala sesuatu dengan Iklas , sepenuh hati dan niatkan apa yang kita lakukan hanya karna Allah semata.

Buku yang bagus di pinjam kan dari seorang teman....., awalnya baca putus-putus karna waktu yang tak memungkinkan akhirnya karna kelamaan dan penasaran buku ini aku baca kembali dan membutuhkan waktu 3 hari untuk menamatkannya. Akhirnya lulus....* selesai *. Aku pernah terbaca juga mengenai Novel ini di Yahoo yang katanya sudah di filmkan, semoga saja aku bisa menontonya karna penasaran dengan tingkah ke 6 bocah tersebut.


Selasa, 12 Juli 2011

Semiliar Cinta Untuk Ayah

Buku karangan Novi Chi, dkk ( terdiri dari 20 penulis ) sebagai penerbit Gema Insani dengan judul Semiliar Cinta Untuk Ayah. Buku ini aku dapatkan pada saat ikutan kuis Reboan PakDe Cholik di Surabaya. Makasih PakDe.....dan alhamdullilah sekarang baru bisa mereviewnya. Meskipun sudah selesai dibaca beberapa minggu yang lalu heheheh.

Buku ini menceritakan tentang kisah penulisnya kepada ayah tercinta, dimana ayah selalu menapilkan sosok yang pendiam, kurang perhatian dan terkadang emosi. Belum lagi ayah yang suka marah , memukul , mendidik anak dengan kekerasan atau sebaliknya, memberikan dengan kelembutan, kasih sayang dan nasehat-nasehat.

Tak sedikit penulis tersebut merasa kecewa, dendam dan sakit hati terhadap ayahnya namun dengan beriringnya waktu setelah menyadari keberhasilan, usia ayah yang mulai senja, serta kegigihan dan usaha ayah untuk anakn2nya agar lebih berguna, baru para penulis menyadari.... betapa seorang ayah yang memiliki sifat-sifat jelek , balik itu sang ayah memiliki kelebutan yang tak bisa di nampakkan olehnya.

Apa yang dilakukan ayah tersebut hanya semata-mata untuk menjadikan anakknya lebih berarti dalam hidupnya kelak ia dewasa dan bisa mengurus diri sendiri dan membina rumah tangga. Bekal yang diberikan seorang ayah kepada anak emang berbeda-beda tapi sebenarnya dibalik kerasnya seorang ayah, dia begitu sangat perhatian dan rapuh. Hanya saja semua ayah pasti akan selalu menampakkan wajah tegar, kuat pada anak2nya.

Dari semua tulisan dibuku tersebut yang paling aku suka adalah judul 1001 Profesi Demi Meraih Mimpi karangan Joko Susanto asal Jawa Tengah. Seorang ayah yang bekerja entah apa itu yang penting halal dan bisa menjadikan anaknya jauh lebih baik darinya. Ayah tersebut juga tak mengenal lelah dan mengeluh justru apa yang ia dapatkan meskipun sedikit bila itu halal sudah sangat berarti bagi dirinya dan keluarganya. Ayah tersebut juga tak lupa dengan membagikan sedikit hasilnya kepada yang tidak mampu, meskipun sebenarnya ayah tersebut juga bukan orang mampu. Karna menurutnya apa yang ia punya bukan sepenuhnya miliknya.

***

Ayahku tak banyak bicara, diam, disiplin dan keras...karna itu jangan sekali-kali melakukan apa yang sudah menjadi larangannya. Bila dilakukan maka siap-siap menerima tangan ayah yang akan melayang disalah satu anggota badan kami anaknya.

Setelah aku dewasa, bekerja, punya pacar, berkeluarga , punya anak aku baru menyadarinya...apa yang dilakukan ayah bukan karna ia benci pada kami, melainkan ia ingin anak2nya bisa lebih kepada kita untuk menjaga diri dari apapun itu dan hasilnya akan berbuah manis. Rasa manis itu bukan untuk siapa-siapa melainkan untuk diri kita sendiri. Untuk itu jangan pernah membenci ayah..apapun itu, karna ayah adalah kekuatan dan Inspirasi.


Selamat membeli dan membaca....


Senin, 27 Juni 2011

The Best Of Chinese Life Philosophies

Buku ini aku dapatkan berupa hadiah kenang-kenangan dari seorang teman pada bulan Februari 2011 , Karya penulis bernama Leman sebagai Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.

Sebuah buku yang memperkenalkan kepada kita bagaimana mempelajari tentang filosofi kehidupan berdasarkan konsep Ying Yang, Wu Wei dan Wu Chang.

Dalam buku ini banyak hal yang diceritakan untuk membuat kita lebih maju, semangat , mencapai kesuksesan dan keberhasilan dengan dimuat melalui sebuah cerita pendek, dongeng masa dulu hingga akhir dari ceritanya meninggalkan sebuah pesan yang harus kita ambil sebagai nasehat yang sehat.

Tak mudah memang …..dalam sebuah buku yang diceritakan kemudian kita lakukan pada kehidupan kita sehari-hari dengan nyata. Karna itu... buku ini mengajarkan kita bagaimana kita harus berusaha, Iklas dan belajar terus belajar serta berfikir.

Beberapa cerita yang menurut aku sangat bagus sudah aku muat diblog ini dengan Label Pesan/Nasehat. Tapi tak ada salahnya jika sahabat ingin memilikinya sebagai salah satu koleksi buku bacaan sahabat.

Karya Leman juga bukan ini aja masih banyak lagi yang bagus-bagus dan sudah menempati posisi National Bestseller. Yuk kita cari koleksi lainnya...

Kamis, 26 Mei 2011

Ayahku (Bukan) Pembohong


Satu lagi.....Buku dengan judul Ayahku ( bukan ) Pembohong karangan Tere Liye penerbit PT Gramedia Pustaka Utama dipinjamkan dari seorang teman yang baik hati dan tidak sombong. Tentunya sebagian sahabat sudah ada yang mengenalnya dan bagi yang belum kenal silahkan saja datang kesini...dijamin orangnya ramah tamah.

Tautan

Buku ini menceritakan tentang seorang anak bernama Dam , memiliki seorang ibu yang sangat sabar juga seorang ayah yang memiliki banyak cerita. Bisa dibilang masa kecil Dam selalu diisi dengan cerita-cerita hebat oleh sang ayah dari Ayah yang memiliki sahabat Kapten pemain sepak bola EL Capitano El Prince pencetak gol terbanyak, Lembah Bukhara, Apel Emas, Suku Penguasa Angin, Si Raja Tidur ...bisa dibilang semua judul cerita ini diceritakan dari sang ayah seolah2 Ayah Dam mengalaminya.

Hingga Dam tumbuh dewasa memasuki sekolah yang letaknya tak diketahui banyak orang Akademi Gajah namaya. Disekolah inilah Dam mengetahui semua tentang cerita ayahnya dari sebuah buku cerita yang sudah sangat lama dan mungkin tidak terdapat diperpustakaan lainnya. Hingga suatu hari ia tak bertegus sapa pada ayahnya pada saat Liburan Tahun ketiga Dam sengaja menanyakan kepada Ayahnya apakah cerita Apel Emas itu benar.

Ibunya meninggal dunia karna penyakit yang diderita sudah cukup lama, pada saat ujian kelulusan...tapi Dam dapat meraih nilai baik dan lulus meskipun telat 1 bulan. Berkat surat rekomendari dari kelapa sekolahnya Dam bisa melanjutkan ke bangku kulian yang lumayan bergengsi dengan jurusan Arsitektur.

Beberapa tahun kemudian Dam bertemu dengan teman kecilnya yang sempat dulunya dimarah oleh Dam , menghukum untuk tidak menyebut namanya yaitu Taani....temen sekolah SD nya yang tak sengaja buku hariannya tentang Sang Kapten dibaca oleh teman-temannya. Sekarang Taani bertemu lagi dengan Dam setelah sekian tahun , Taani mengambil kulian Biologi....bersahabat kembali dan beberapa tahun kemudian mereka menikah. Taani ini anak Pelatih renang Dam ..lho. Dari pernikahan itu mereka memiliki 2 orang anak Zas dan Qon...yang sekarang begitu akrab dengan kakeknya yaitu ayah Dam. Masih seperti dulu Ayah Dam masih suka bercerita terlebih lagi kepada cucunya.

Tapi Dam selalu saja melarangnya agar kedua anaknya untuk tidak terpengaruh atas cerita kebohongan ayahnya yang sudah ia berikan selama itu. Dam yang semakin membenci ayahnya.

Hingga pertengkarang itu terjadi , Dam yang tidak suka ayahnya tinggal bersamanya ditambah lagi dengan cerita2 bohong membuat ayahnya diusir dan pergi , Ayah Dam pun kembali kerumah kecilnya.

Setelah pertegkaran , Dams melihat Laptop hasil pencarian kedua anaknya , yang lebih membuat Dam tak percaya Akademi Gajah tidak ada dalam pencarian diinternet ..padahal Dam sekolah disana, dicoba beberapa kali ...selang beberapa detik keluarlah informasi yang dicari, kabar kebenaran kalau Ibunya Dam seorang artis yang menikah dengan pria biasa yaitu ayahnya Dam pun ada.

Malam pertengkaran itu Ayah Dam pergi mengunguji makan istrinya, diepisode inilah cerita terakhir Ayah pada Dam...apakah ibumu bahagia ...yaitu Danau Para Sufi...” kata Ayah..kamu akan tahu apakah ibumu bahagia atau tidak “. Sempat dilarikan kerumah sakit tetapi pagi itu Ayah Dam meninggal dunia dan banyak sekali orang2 yang datang kepemakaman...termasuklah Kapten yang menjadi idola Dam...memeluk erat dan mengatakan Ayah kau adalah segalanya bagi kapten tua ini dan ayahmu terlalu sederhana untuk mengakuinya. Pagi ini baru Dam menyadari kalau Ayahku bukan Pembohong.

**

Awalnya ngeboseni ceritanya...tapi setelah memasuki dunia kehidupan Dam baru menarik, dari pertengkaran seorang anak kepada ayahnya, rahsia yang disembunyikan orang tua kepada anaknya, seorang kakek ingin membuat cucunya bahagia, kasih sayang menantu pada mertua.

Hendaknya kita sebagai anak mengambil segi positifnya saja, selagi itu untuk kebaikan kita kenapa musti menghakimi orang tua, begitu juga orang tua paling tidak jangan membuat seorang anak begitu sangat penasaran sehingga ia tak tau apa yg menjadi kesalahannya karna selalu bertanya-tanya tanpa mendapat jawaban.


Sekian.



Senin, 16 Mei 2011

Moga Bunda diSayang Allah

Satu lagi buku karangan Tere Liye Penerbit Republika dengan judul Moga Bunda diSayang Allah...buku ini aku dapatkan pada saat ikutan Kuis Reboan di BlocCamp PakDe Cholik...karna pensaran dari cerita akhir buku ini apakah sama atau tidak , maka aku berhasil membacanya dalam sehari.... lebih sikit sih! maklum sering datang penggaggu..sapa lagi kalau bukan Dini ku sayang.

Buku ini menceritakan tentang anak muda bernama Karang yang sudah menjadi Yatim Piatu sedari kecil..kemudian di angkat oleh satu keluarga rumah singgah Ibu-Ibu Gendut nama pengasuhnya ( gak tau kenapa tidak di cantumkan nama aslinya)...dibesarkan sehingga berhasil dengan cita2 dan tumbuh menjadi anak yang pintar dan membanggakan hingga Karang berhasil mendirikan Taman Bacaan untuk anak2 terlantar dimana-mana didaerah IbuKota. Hingga suatu peristiwa terjadi membuat Karang menjadi pendiam, putus ada dan pemabuk tidak bermasyarakat selama kurang lebih 3 tahun.

Setelah tiga tahun lamanya akhirnya kesadaran Karang timbul atas kehadiran seorang anak kecil dari keluarga yang kaya raya dengan usia 6 tahun bernama Melati yang telah di nyatakan Tuli, Buta pada saat usianya 3 tahun.

Melati anak yg cantik dan mengemaskan akibat kecelakaan tiga tahun yang lalu membuat anak kecil ini menjadi pemarah dan berontak....apa saja yang ada dihadapannya akan melayang dengan secepat kilat.

Karang dewa penyelamat bagi Melati yang sempat putus asa setelah beberapa hari mencoba untuk membuat melati tau tentang sesuatu , kasih sayang dan apa saja. Tuhan ada banyak rahsia yang kita tidak ketahui.....seorang anak kecil usia 6 tahun yang seharusnya dengan riang gembira bermain, senda gurau, lari kesana kemari, bersepeda tetapi tidak dengan Melati yang Tuli, Bisu dan Buta. Segala cara sudah di lakukan keluarga sebelum kedatangan Karang...namun pihak Dokter hanya menyarankan agar Melati dimasukkan kerumah sakit Jiwa.

Tapi tidak dengan Karang, meskipun susah payah Karang berhasil membuat melati dapat makan menggunakan sendok dan duduk manis di kursi meja makan yg sebelumnya tak bisa dilakukan Melati.

Dan bagi Karang , Melatilah dewa penyelamat untuk kesadaran mimpi buruknya dan masa lalunya yang kerap kali menggagunya selama tiga tahun itu.

Hingga keajaiban Tuhan di nampakkan ….Melati yang tanpa sengaja menyentuh sejuknya tetesan air hujan membasahi telapak tangannya..rasa dingin yang selama ini ia rasakan ketika dijendela kamar, rasa penasaran yang ia rasakan tak terjawabkan tiga tahun itu. Disinilah Karang baru merasakan bermula dari air dan telapak tangan...setelah semua yang ia lakukan tak membuahkan hasil ternyata Melati hanya butuh sentuah lembut dari tangannya.

Hari berganti dan berlalu begitu cepat ...Melati yang sekarang ingin mengetahi segala hal dengan berkomunikasi melalui telapak tangan...dapat berjalan dengan lancar meskipun butuh beberapa tahun lagi untuk Melati bisa mengerti lebih banyak. Bunda yang sabar dan selalu menemaninya dan tak hentinya memohon disetiap sholat malamnya. Bunda yang lembut yang selalu ingin memeluk anaknya, Bunda yang tak pernah lelah dan letih untuk kesembuhan anaknya. Semoga Bunda disayang Allah.

Akhirnya Karang kembali ke IbuKota dan meninggalkan Melati....meskipun Karang dijanjikan banyak hal dari Ayah melati ...karang tetap dengan keputusannya....karna masih banyak lagi anak-anak yang membutuhkan dan memerlukannya. Melati yang sempat merajuk dan tidak melakukan perkembangan selama 2 hari akhirnya mau melepaskan Pak Guru Karang.

***

Kesabaran...kesabaran..kesabaran serta do'a..do'a yang tak seharusnya putus pada diri kita. Dari cerita ini kita benar2 diuji tentang banyak hal. Jangan lupa untuk beli bukunya dan di baca hingga selesai...bagus dan tak akan menyesal...Kata penulis buku Cerita ini diangkat dari Kisah Nyata.


Nb :

Dari cerita buku ini aku perna nonton filmnya bisa dibilang kurang lebih sama dan beda2 tipis....bedanya, pada buku Karang ini anak muda tapi pada film Hindia Karang ini bukan anak muda tapi orang tua yang diperankan oleh Amitha Bachan ( aktor Hindia )...sementara Melati diperankan oleh anak Bule yang emang Buta, tuli dan tak bisa bicara....tetapi bukan bawaan lahir. Saya lupa judunya apa.....tapi emang bagus dan ini di ambil dari cerita nyata.

Selamat membeli dan membaca....


Kamis, 12 Mei 2011

Hafalan Shalat Delisa

Mungkin sebagian sahabat sudah pernah membaca buku yang satu ini...” Ya , Buku yang dituliskan oleh Tere Liye penerbit Republika dengan Judul Hafalan Shalat Delisa.

Ini pertama kalinya saya mereview sebuah buku...biasanya saya membuat Sinopsis dari sebuah Judul Drama.

Buku ini menceritakan tentang seorang anak berusia 6 tahun dari sebuah keluarga yang sederhana, penuh dengan sopan santun dan ramah. Abinya bekerja di tanker perusahaan minyak internasional dan pulang tiga bulan sekali. Sementara Uminya dirumah menerima jahitan baju tetangga dan membordir. Gadis mungil yang cantik itu bernama Delisa memiliki 3 kakak yang cantik dan selalu baik padanya yaitu Fatimah, Cut Zahra dan Cut Aisyah.

Tapi sayang kebahagiaan tersebut hilang dalam sekejab dengan adanya Tsunami Aceh pada tanggal 26 Desember 2004 beberapa tahun yang lalu. Musibah ini membuat gadis kecil bernama Delisa harus kehilangan anggota keluarganya kecuali Abinya yang masih hidup, meskipun ia juga tak pasti apakah Uminya masih hidup atau sudah meninggal karna tak ditemukannya Jenazah Umi.

Pagi itu menjadi akhir dari segalanya, Delisa hanya ingat ketika itu ia dan teman-temannya sedang melakukan Hafalan Sholat di sekolahnya ….ia memikirkan bahwa ia harus menyelesaikan hafalan Sholatnya dengan sempurna karna selama ia melaksanakan Sholat lima waktu masih saja selalu lupa dengan bacaan Sholatnya. Tapi Tuhan berkehendak lain...saat benar2 seorang anak kecil ingin melakukan sujudnya , ketika itu juga Delisa tak bisa melakukannya....dan akhirnya tersadar kalau ia tak lagi memiliki satu kakinya karna di amputasi.

Waktupun berlalu , tetapi Delisa tak juga bisa melakukan Hafalan Sholat dengan benar sepertinya daya ingat Delisa menolak mentah2 dengan Hafalan tersebut. Delisa yang tak menyadari mengapa ia tak dapat melakukannya di tambah lagi pengakuan dosanya yang belum sempat ia lakukan kepada kakaknya dan Uminya mengenai coklat.

Rasa kecewa Delisa semakin menghantui pikirannya ketika ia mengetahui Ibu Umam masih hidup...membuat Delisa marah atas apa yang terjadi pada dirinya...menilai semua perkataan guru ngaji dan juga guru sekolahnya kalau anak yang baik itu adalah anak yang bisa membantu kedua orang tuanya...karna anak yang baik doanya selalu di kabulkan adalah BOHONG..BOHONG DAN BOHONG...semua itu tak benar baginya.

Delisa yang tak pernah bertanya kenapa kakinya pincang, kenapa dia cacat, dan ia tak mengeluh, dia juga tak keberatan dengan keadaan semua itu dan juga tak pernah merajuk...karna ia tak ingin abinya sedih. Justru kenapa Umam yang sehat Uminya masih hidup sementara Delisa yang cacat begitu menderita Uminya tak juga kembali.

Akhir dari cerita ini Delisa menyadari kenapa ia selama itu tak bisa melakukan Hafalan Sholat dengan baik, hingga di sabtu sore 21 may 2005 yang cerah membuat Delisa begitu bersyukur dapat melakukan Sholat dengan bacaan sholat yang benar dan lancar.....seperti bacaan sholat itu berbicara padanya.

Yang membuat ia lebih kaget dan shok pada saat ada sebuah sinar yang menggagu penglihatannya...yaitu sebuah kalung dengan simbol D...yang membuat ia terkejut bukan kalungnya melainkan Kalung tersebut di gengaman kerangka manusia dengan tulang yang masih utuh dan putih....Apakah Umi...ya itu Umi, hingga Delisa terjatuh pada sejuknya air sungai.

“ Apakah Delisa hanyut atau tidak oleh sejuknya air sungai...masih??? “.

Selesai

Kutipan Tere Liye :

Ya Allah ..lihatlah! Gadis kecil itu sungguh ingin sujud kepadaMu...sungguh hanya ingin sujud kepadaMu dengan sempurna untuk pertama kalinya. Tetapi sekarang ia tak bisa melakukannya.

Ya Allah, bukankah banyak sekali orang-orang jahat, orang2 munafik , orang2 fasik yang bisa semuanya melakukan hal2 buruk didunia ini. Engkau sungguh tak menghalanginya! Tetapi Delisa! Ya Allah justru hendak sujud kepadaMu...hendak sujud! Kenapa Kau membuatnya pingsan sebelum ia melakukannya. Kenapa! Ya Allah, kenapa. Aku bertanya ya...Aku butuh penjelasan...

Seribu malaikat bertasbih.....Seribu malaikat mengungkung langit Lhok Nga. Turun menatap semua itu..Dan mereka tidak melakukan apa-apa!.

***

Dari buku ini aku mendapat pelajaran kalau kita itu harus melakukan segala sesuatu dengan iklas dari hati kita ..niat karna Allah , dan bukan melakukannya karna sesuatu yang ingin kita harapkan seperti mengharapkan hadiah.

Dan jangan menunda sesuatu hal yang menurut kita itu sudah menyakiti atau mengecewakan hanya demi sesuatu yg ingin kita raih.

Hari esok kita tidak akan tahu apakah kita masih punya kesempatan untuk meminta maaf dan menjelaskan atau tidak karna semua yang kita jalani atas kehendakNya.