Rabu, 19 Januari 2011

Mencoba Peruntungan

Hari itu beberapa kali temanku menelfon menawarkan beberapa barang prabot rumahnya yang akan dijual. Dan akupun menanyakan kenapa dijual...dia hanya menjawab aku mau pindah kePinang karna suamiku udah kerja diPinang dan gak kerja lagi sini....( Wahhh enak ya akhirnya pindah kepinang juga, Yani teman kita juga udah pindah lho ).

Sebenarnya aku juga sudah berencana ingin memulai kehidupan baru diPinang, bila nanti sudah mendapatkan pesangon dari perusahaan. Dan kemungkinan besar tahun ini adalah tahun terakhir aku berada diperusahaan tercintaku ini...

Kembali pada sahabatku,..sore itu aku kerumahnya ingin melihat-lihat apa saja yang ia jual dan ternyata barang-barang dirumahnya sudah pada habis. Hanya tinggal TV, Kursi tamu, lemari makan dan Gorden jendela.....Aku sedikit memperhatikannya dia kelihatan begitu kurus dan kurang semangat...dan sepertinya ia punya masalah yang tidak mau diceritakan. Namun karna dia merasa aku adalah sahabat dekatnya diapun bercerita tentang keadaan yang sebenarnya...

Dia merasa Tuhan tidak Ridho dengan apa yang telah ia lakukan 2 tahun kebelakangan ini...kenapa?? ada apa tanyaku.....dia bilang aku jual ini semua untuk bayar hutang karna hutangku banyak, karna ia ditipu kurang lebih 60 juta. Aku kaget dan gak percaya karna yang aku lihat bisnis dia dari mengkriditkan barang2 elektronik dll semua berjalan dgn lancar. Dia hanya mengatakan Tuhan gak Ridho dengan apa yang aku buat...inilah akibat dari uang gak halal....( masih bingung ).

Ternyata dia mencoba peruntungan lain yaitu dengan cara meminjamkan uang dengan berbunga. Alhasil ada beberapa orang yang pinjam uang padanya ada sebagian besar pada kabur. Salahnya dia jaminan tersebut hanya sebuah ATM dan tidak ada lainnya...jadi yang pada kabur trus gak kerja lagi jadi ATM yang ditinggalkan sama dia otomastis gak ada uangnya...Awalnya ia melakukan kecil-kecilan namun karna tergiur dengan keuntungan yang besar dia mulai melebarkan dan memberikan siapa saja yang meminjam dengan jumlah besar. Dan sekarang dia harus membayar hutang uang yang ia ambil dari seseorang dengan jumlah bunga yang sangat besar....

Dari A sampai Z ia bercerita...dan aku hanya diam melihatnya yang sambil menangis, bisa dibilang sahabatku itu sudah jatuh ketimpa tangga lagi..karna dengan masalah yang ia hadapi ini suaminya juga kena PHK dari perusahaannya...yang sedang kurang lancar dalam orderan. Meskipun mendapatkan pesangon tetapi itu semua tidak cukup untuk melunasi uang yang berbunga itu.

Aku hanya bisa memberikan sedikit masukan yang aku bisa dan membantunya seadanya...moga saja dengan kejadian ini dia bisa belajar untuk lebih berhati-hati lagi dan mengerti bahwa dengan membungakan uang itu tidak boleh dilakukan bila sudah melebihi batas yang sudah diberikan oleh ajaran Agama. Karna kita juga tidak tahu nasib kita, kehidupan kita dimasa kedepan...meskipun awalnya kita sudah mendapatkan segala sesuatu namun bisa dengan sekelip mata semua itu hilang dengan sekejap. Karna apa yang kita punya semua adalah titipaNya.


15 komentar:

Rin mengatakan...

Ngasi pinjaman berbunga tinggi, waduh... Yang Jelas, Tuhan punya cara tersendiri untuk mengingatkan dan menyelamatkan. Semoga temen mba itu tetap sabar...
thanks for sharing mba.. :)

nita mengatakan...

Jadi pembelajaran mbak, smoga dengan adanya masalah ini temen mbak jadi lebih dekat dengan Tuhan. dan semoga masalahnya segera teratasi.

Noor's blog (inside of me ) mengatakan...

Setiap orang memang punya hak berusaha untuk meningkatkan kehidupannya, namun memang harus bisa memilah-milah mana usaha yang di ridhoi Allah...
Makasih telah berbagi

nietha mengatakan...

yang penting temennya dah sadar dan mau memperbaiki diri mbak..

Maryo mengatakan...

Salam kenal buk....saya sudah follow blog ini..follow balik yah....oh ya saya masih krg paham hukumnya Bunga bank di Islam

dina mengatakan...

melakukan sesuatu yg tidak halal dan melakukan riba itu hal yang dibenci Allah

joe mengatakan...

wah namanya main riba dong...

Kang Sugeng mengatakan...

membungakan uang????? wuaduh... janganlah bu... itu kan dosa..

semga temennya itu segera menemukan jalan yg memang benar-benar diridloi Allah, amin

IbuDini mengatakan...

Rin : Amin...moga ini pelajaran untuknya...

Nita : Amin..saya berharap juga begitu, semoga saja masalahnya cepat selesai

Bang Pendi : Sedikit koment yang berarti Bang..sama2

Maryo : Makasih tapi follownya blm masuk

Nietha : iya, ini bisa jadi pelajaran buat dia, jangan hanya menginginkan keuntungan yg besar...

Dina : Bener..Allah tidak suka itu.

Joe : kurang lebih seperti itulah

Kang Sugeng : Bener banget Kang..moga aja ya kang

Susan Noerina (Zulfadhli's Family) mengatakan...

Itulah Mba, apa yang diperoleh dengan cara haram, uangnya ga akan berkah.

Kami beberapa kali ngalamin loh. Ceritanya kan waktu belanja di mall uang kembaliannya lebih 30 RM. Terus suami gw bilang "Lah ini kan bukan salah kita Bun. ya udah anggap ajah rezeki". Eh ga taunya besok laki gw lagi parkir di airport kena denda 30 RM. Hehehe impas sudah.

Belajar dari situ, sekarang kalo ada yang ngembaliin duit lebih (misalnya lagi belanja), ato ada uang di jalan, kami selalu berusah untuk jujur

Moga2 teman Mba menyadari kesalahannya & bsia bangkit kembali yah. Amien

IbuDini mengatakan...

Bunda Susan : bener bun....karna yang bukan hak kita pasti tidak akan menjadi milik kita.

catatan kecilku mengatakan...

Teman mbak telah mendapatkan 'pelajaran' berharga dari apa yg telah diperbuatnya. Semoga bisa menjadi pelajaran juga buat kita semua, mbak.

the other mengatakan...

Stelah keluar dari perusahaan ini mbak Mul mau kerja lagi apa jadi ibu rumah tangga?

Place to Study mengatakan...

Tante, cerita sedih deh. Semoga temannya sabar ya...

IbuDini mengatakan...

Mb Reni : iya mb...ini juga bisa jadi pelajaran buat kita.
Wahh gak tau nich mb..rencananya sih gak kerja lagi mungkin...mau konsentrasi buat jaga Dini , tapi kalau ada rejeki yang bagus dan Dini bisa dapat pelajaran bagus ditempat barunya mungkin kerja lagi Mb..

Shasa : Makasih ya Sha....

Poskan Komentar

Kunjungan sahabat sangat berarti buatku, terlebih lagi bila sahabat mau mengomentarinya....Terimakasih..