Jumat, 30 Juli 2010

Kesabaran Kita

Di sebuah pondok sederhana terlihat seorang guru sedang berkumpul dengan murid-muridnya.
Sudah sekian lama ia memberikan pelajaran. Di akhir pertemuan seorang muridnya bertanya, "Wahai Guru, saya merasa heran mengapa ada orang rajin beribadah, baik akhlaknya, tapi hidupnya senantiasa berada dalam kesusahan? Tapi, ada pula orang yang durhaka kepada Alloh, hari-harinya penuh dengan kemaksiatan dan hidupnya selalu dinaungi keberuntungan.

Apa sebenarnya yang menyebabkan semua itu terjadi? Bukankah Alloh Dzat Yang Maha Adil?
Sang Guru menganguk-angguk sambil tersenyum. "Bagus sekali pertanyaanmu itu.
Aku teringat dengan sebuah kisah Rasulullah," ujar sang guru. Ia pun
bercerita:

"Dahulu ada dua orang raja; raja mukmin dan raja kafir. Raja yang kafir sakit.
Ia menginginkan sejenis ikan bukan pada musimnya. Saat itu, jenis ikan tersebut berada di bawah samudera. Para tabib yang putus asa menasihatkan agar raja segera mengangkat penggantinya. 'Obat Baginda ada pada ikan itu. Kita tidak mungkin mendapatkannya,'
kata mereka. Alloh lalu mengutus malaikat untuk menggiring ikan tersebut keluar dari lubangnya di dasar samudera supaya orang mudah menangkapnya.

Ikan itu pun lalu ditangkap. Raja memakannya dan ia segera sembuh. Tak lama setelah itu, raja mukmin juga sakit. Ia menderita penyakit yang sama seperti yang diderita sang raja kafir.
Ia sakit pada waktu ikan yang menjadi obatnya itu berada pada permukaan laut. 'Bergembiralah, sekarang ini musim munculnya ikan itu,' kata para tabib. Lalu Alloh mengutus para malaikat untuk menggiring ikan-ikan itu dari permukaan laut sampai masuk kembali ke lubangnya di dasar samudera. Tak satu pun yang dapat menangkapnya. permukaan laut sampai masuk kembali ke lubangnya di dasar. Mereka kebingungan. Kemudian Alloh mewahyukan kepada para malaikat dan para nabi di zaman itu, 'Inilah Aku, Yang Pemurah, Pemberi Karunia, Mahakuasa Tidak menyusahkan Aku apa yang Kuberikan. Tidak bermanfaat bagi-Ku apa yang Kutahan.

Sedikit pun Aku tidak menzhalimi siapapun. Adapun raja yang kafir itu, Aku mudahkan baginya mengambil ikan bukan pada waktunya. Dengan begitu, Aku membalas kebaikan yang pernah ia lakukan. Aku balas kebaikan itu sekarang supaya ketika ia datang pada hari kiamat, tidak ada lagi kebaikan pada lembaran-lembaran amalnya. Ia masuk ke neraka karena kekufurannya.
Adapun raja yang ahli ibadat itu, Aku tahan ikan itu pada waktunya. Dia pernah berbuat salah.
Aku ingin menghapuskan kesalahannya dengan menolak kemauannya dan menghilangkan obatnya supaya kelak ia datang menghadap-Ku tanpa dosa, dan ia pun masuk surga.'"

Setelah menceritakan kisah tersebut, sang guru kemudian melanjutkan, "Wahai murid-muridku, tidak ada yang salah dari ketentuan Alloh. Ia tidak akan pernah berbuat zhalim sedikitpun kepada makhluk Nya. Adapun Ia memberi kesusahan, semua itu hanya semata-mata untuk menguji kesabaran dan kualitas ke Imanan kita".
Note : Pada saat aku merasa Tuhan tidak lagi sayang padaku..ternyata aku salah, Tuhan punya rencana yang bagus untuk kehidupanku. Kesabaran yang di tanamkan dalam diri, maka akan membuahkan hasil yang baik.
Sumber : Kisah Rasullulah

6 komentar:

NOOR'S mengatakan...

Kisah dan renungan yang penuh makna, mengajak kita untuk pandai2 bersyukur atas nikmat dan karunia Allah. Makasih bu...

Salam hangat & sehat selalu...

Mulyani Adini mengatakan...

Bang Pendi : Bersyukur dengan apa yang punya, dan selalu bersabar..jangan sekali2 untuk mengeluh. Meskipun mengeluh banyaklah beristigfar...

joe mengatakan...

sangat inspiratif sobat... thanks atas kunjungannya ...

Pakde Cholik mengatakan...

Seenak-enaknya orang kafir-lebih enak jadi orang beriman,terutama di akherat yang indah dan abadi kelak.
terima kasih artikelnya yang syarat pelajaran.
salam hangat dari Surabaya

Mulyani Adini mengatakan...

Neng Ayu : salam kenal, makasih atas kunjungannya..
Jangan pernah bosen ya untuk bersilahturahmi

Joe : wahh Om, udah lama gak kelihatan.

Mulyani Adini mengatakan...

Pak De : Salam balik dari Riau

Posting Komentar

Kunjungan sahabat sangat berarti buatku, terlebih lagi bila sahabat mau mengomentarinya....Terimakasih..