Rabu, 21 Juli 2010

Temanku, Tetanggaku


Sejak tamat sekolah aku dan teman-teman dekatku berpisah, ada yang melanjutkan sekolah , menikah dan bekerja. Dua tahun pertama kami masih selalu berkomunikasi melalui telfon atau berkumpul pada saat Hari Raya tiba. Tapi setelah memasuki tahun ke tiga komunikasi sedikit terputus lama2 jadi terputus , ada yang ganti nomor telfon, ikut suami, kerja luar daerah , pulang kampung.

Salah satunya aku..sejak tamat kesekretarisan aku tidak lagi berada dekat dengan orang tuaku. Tepatnya setelah Cinta pertamaku menikah, pilihanku adalah merantau..meskipun perantauanku tidaklah jauh hanya 2 jam perjalanan, dan 30 menit menggunakan kapal laut ( Spit ).

Namun aku selalu sempatkan diri untuk mengunjungi teman2ku jika aku pulang dan punya waktu. Karna jarangnya aku pulang disitulah aku mulai terputus dengan teman2ku, hanya satu sahabat yang masih exis ditempatnya , Uki namanya, sampai sekarang dia tidak pernah pindah rumah ataupun pindah kerja ( memiliki usaha = menerima Jahitan di rumah ). Karna keterbatasan waktu jugalah yang membuat aku jarang mengunjunginya juga.

Sebelas tahun sudah kulewati, jauh dari sahabat lama dan jauh dari keluarga. Terniat juga untuk pindah ke kampung halaman berkumpul bersama keluarga, tinggal berdekatan pasti sangat menyenagkan.

Sore itu aku pulang kerja, singgah di warung dekat dengan rumahku...ada satu cewek sedikit gemuk sedang duduk, sepertinya dia mau belanja juga. Tanpa sopan aku mengamati wajahnya yang menurut aku tidak asing., tapi aku ragu apakah dia temanku dulu atau bukan. Perasaanku mengatakan iya..” dia temanku.

Untuk melepaskan rasa penasaran akupun mencoba untuk menegurnya terlebih dahulu, Mbak..namanya Fenti ya, iya! Pernah tinggal di Kijang' iya tapi sebentar . Kenal sama aku gak..( dia berusaha mengingatnya ), maklum dulu aku gak pakai kerudung dan waktu itu helm di kepalaku juga blm ku lepas, masih bertengger di kepalaku. Setelah aku melepas helm diapun langsung menjerit, menyapaku dan memeluk aku. “ Ya ampun , gak nyangka ya...kamu beda..aku jadi lupa..kok bisa di sini ' katanya!! Kak is yang punya warung pun keheranan, pikirnya kami temenan kok bisa lupa dan gak ingat.

Mak Dini , sapa kak Is....Fenti nich udah lama tinggal di perumahan kita, rumah cat kuning tuch.
Tanpa berlama-lama kamipun berbual, dulu dimana, kok sampai sini, senengnya, kenapa gak ada kabar..ternyata temanku itu sudah menjadi tetanggaku hampir 5 bulan. Karna perubahan itu kami hampir lupa..dia yang dulu langsing jadi gemuk hanya tahi lalat di hidunglah tandanya, begitu juga sebaliknya...perubahanku menggunakan Jilbab.Dia ibu rumah tangga sementara aku wanita kurir yang pergi pagi pulang sore.

Hal yang tidak aku suka tinggal di perumnas, satu sama lain sangat jarang bisa saling kenal jika kita tidak mengikuti organisasi RT , karna aku merasakan itu sebelum mengikuti Dasa Wisma. Tak lepas dari itu, aku senang karna bisa bertemu dan bertetangga dengan sahabat lama.

10 komentar:

senja mengatakan...

duhhh,senangnya tetangga mba ternyata ada lah teman baik mba sendiri.

pasti menyenangkan ya mba .

selamat sinag mba ku....
aku berkunjung sesaat setelah makan siang,mba dini udh makan blm ?

have a great day mba...kapan bisa ketemu mba ya :(

Noor's blog (inside of me ) mengatakan...

Ck..ck..ck sudah 5 bulan jadi tetangga tapi baru ketemu.Wah...ternyata bener kalo orang bilang, dunia cuma selebar daun sirih...hehehe.

Salam hangat & sehat selalu...

catatan kecilku mengatakan...

Senengnya yg ketemu teman lama... apalagi ternyata jadi tetangga.
Hehehe, ceritanya seru banget mbak.

Ladyonthemirror mengatakan...

senangnya punya tetangga sahabat lama, pengen banget tuh tetanggaan lagi ama tetanggaku waktu kecil dulu pasti asyik yaa...he...he..

Yusnita Febri mengatakan...

harus lebih sering menyapa tetangga niih..
apalagi klo di tinggal di komplek..

IbuDini mengatakan...

Senja : senang sekali mb, seandainya dia tidak belanja dan mb gak belanja mungkin kami gak ketemu...
kapan ya..jika umur panjang dan ada jodoh pasti kita jumpa adekku..

Bang Pendi : keterlaluan ya sebenarnya, udah jadi tetangga 5 bulan baru ketemu...mungkin kami sama2 bukan tipe orang yang suka ngegosip sore2 bang pen..makanya gak ketemu...

Mb Reni : pasti Mb, jarang2 kan punya tetangga sahabat kita...

Yusnita : Bener yus..makanya Mb sengaja ikutkan diri di organisasi biar kenal sama tetangga...
kebetulan teman ku itu, baru pindah dan jarang2 dia main keluar..

IbuDini mengatakan...

Misfah : yang pasti asik dan menyenangkan..di samping ada lagi teman buat curhat dan kalau sahabat sendiri jadi tetangga rasanya lebih enak kalau bercerita.

the others... mengatakan...

Mbak, aku datang lagi... setelah sekian lama sembunyi. Hehehe..
Kali ini datang sambil bagi2 award lho.. diambil ya..?

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

emang tinggal di kompleks tuh lebih individualis kok. ada enaknya, ada juga gak enaknya. enaknya terhindar dari gosip. tapi gak enaknya jadi terkesan elu elu, gue gue...ya...gak peduli gitu sama tetangga. Apalagi kalo ada tetangga yg kena musibah, cuek2 aja gitu.

IbuDini mengatakan...

Mb Reni : Wahhh senangnya, makasih Mb...sudah kuambil sejak pagi tadi..

Fanny : apa rata2 begitu ya tinggal di perumahan..makanya Mb sengaja menyibukkan diri untuk mengikuti kegiatan yang ada, agar bisa kenal dengan yang lainnya. Maklum kalau kerja ketemu tetangga paling sebentar itu juga cuma senyum2 doang..kalau ikut organisasi biar bisa akrab..

Poskan Komentar

Kunjungan sahabat sangat berarti buatku, terlebih lagi bila sahabat mau mengomentarinya....Terimakasih..