Senin, 18 Oktober 2010

Ayah, Aku Mohon Maaf


Tanggal 8 Oktober genap 7 tahun sudah Ayahku pergi...pergi untuk selamanya..pergi meninggalkan aku dan 5 saudaraku..awal yang sulit bagiku, sedih , kehilangan kekosongan diri...itulah yang aku alami waktu itu. Berbahagialah bagi yang masih memiliki kedua orang tua baik Ibu atau Ayah...sayangi mereka dan bahagiakanlah mereka..karna harta tak ternilai adalah Ayah dan Ibu...

Ayah, Aku Mohon Maaf

Dan pohon kemuning akan segera kutanam
Satu saat kelak dapat jadi peneduh
Meskipun hanya jasad bersemanyam disini
Biarkan aku tafakur bila rindu kepadamu

Walau tak terucap aku sangat kehilangan
Sebagian semangatku ada dalam doamu
Warisan yang kau tinggal petuah sederhana
Aku catat dalam jiwa dan coba kujalankan

Meskipun aku tak dapat menunggumu saat terakhir
Namun aku tak kecewa mendengar engkau berangkat
Dengan senyum dan iklas aku yakin kau cukup bawa bekal
Dan aku bangga jadi anakmu

Ayah aku berjanji akan aku kirimkan
Doa yang pernah engkau ajarkan kepadaku
Setiap sujud sembahyang engkau hadir terbayang
Tolong bimbinglah aku meskipun kau dari sana

Sesungguhnya aku menagis sangat lama
Namun aku pendam agar engkau berangkat dengan tenang
Sesungguhnya aku merasa belum cukup berbakti
Namun aku yakin engkau telah memaafkanku

Air hujan mengguyur sekujur kebumi
Kami yang ditinggalkan tabah dan tawakal

Ayah aku mohon maaf atas keluputanku
Yang aku sengaja maupun tak kusengaja
Tolong pandangi kami dengan sinarnya sorga
Teriring doa selamat jalan buatmu ayah tercinnta

Sosok Pria yang aku Rindukan.....
Lirik : Ebit G Ade

12 komentar:

ajeng mengatakan...

Jadi ingin memeluk Bapak mbak.. [mellow]

DewiFatma mengatakan...

Sedddihh....

Yohan Wibisono mengatakan...

Nice Article, inspiring. Aku juga suka nulis artikel bidang bisnis di blogku : http://www.yohanwibisono.com, silahkan kunjungi, mudah-mudahan bermanfaat. thx

joe mengatakan...

Semoga beliau diterima di sisiNya...

Sientrue mengatakan...

dwuh...jadi terharu bgt nich...

R. Indra Kusuma Sejati mengatakan...

Belajar sesuatu yang kecil akan melahirkan sebuah sesuatu yang lebih besar.

Sukses selalu.

Salam ~~~ “Ejawantah’s Blog”

IbuDini mengatakan...

Ajeng : Selagi bisa memeluk...lakukan saja Ajeng...pasti menyenagkan

Mb Dewi : iya kak Wi...sedih..meskipun selalu sedih bila ingat Beliau tapi aku sedikit lega paling tidak beliau sudah tenang di sana..

Yohan : makasih atas kunjungannya

Sientrue :...makasih..

Indra : bener banget,, kita harus mulai dari yg kecil baru bisa menjadi besar...

dina mengatakan...

Doa anak sholeh bisa jadi hadiah buat Ayahnya ;)

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

ayahmu pasti tersenyum membaca puisimu dari atas sana.

catatan kecilku mengatakan...

Jelas terbaca betapa mbak Mul mencintai sang Ayah.
Aku juga jadi ingin dekat2 ayahku nih mbak...

the others.... mengatakan...

Mbak, aku yakin Ayah mbak Mul udah bahagia di sana.

BTW, mbak Mul mirip banget ama ayahnya ya..?

IbuDini mengatakan...

Dina : Amin...

Fanny : Amin...

Mb Reni : Sangat mbak...Ayah yang sangat dekat dengan aku, jujur kukatakan ayah begitu sayang padaku dan adikku yg paling kecil, sehingga dia meninggalkan warisan yang lebih untuk kami, aku masih ingat kapan belau mengajakku untuk ikut bersama ke solo...
Itulah yang kusesali Mb...seandainya saja aku ikut dengannya pasti aku menemaninya pada nafas terakirnya...

Posting Komentar

Kunjungan sahabat sangat berarti buatku, terlebih lagi bila sahabat mau mengomentarinya....Terimakasih..