Jumat, 23 April 2010

Akankah aku' Gagal



Tiga tahun sudah kulewati sebagai ibu dan ayah bagi anakku semata wayang bernama Alif, Aku tidak menyesal karna rumah tangga yang kubina bersamanya hanya bertahan selama 5 tahun. Ketidak cocokan dan selalu timbul konflik dalam keluarga membuat aku untuk memutuskan berpisah dengannya. Meskipun awalnya berat tapi hanya itulah jalan terbaik buat aku dan anakku bisa menjalani hidup dengan tenang..tanpa adu otot setiap hari, sebuah keluarga yang tidak bisa di pertahankan.

****
Hampir lupa hari ini aku harus kesekolah untuk mengambil rapot kenaikan Alif, udah mau kelas 5 aja Alif ini. Ternyata tidak gampang ya menjadi ibu juga ayah bagi Alif...sampai disekolah aku terlambat kira2 setengah jam, Alif sudah menujukkan wajah yang tidak bersahabat ..hmm aku tau pasti dia kesal karna aku terlambat lagi.
“..mama seadainya ada papa kan enak'...ku pegang kepalanya sambil tersenyum “..iya nanti kita cari papa ya”.

Hidup yang kujalani saat ini sudah membuat ku bahagia, meskipun agak sulit membagi waktu buat Alif dan pekerjaan. Meskipun keluarga sudah menyuruhku untuk mencari pasangan hidup ,
tapi aku tidak ingin di repotkan oleh yang namanya suami..karna aku tidak ingin gagal untuk yang kedua kalinya.
Meskipun begitu aku juga tidak boleh egois hanya karna kegagalan aku , Alif menjadi korban.

Suatu hari aku terima kenalan melalui Skype..Yudi namanya, umunya 4 tahun lebih muda dari aku..awalnya aku malas menaggapinya tapi karna asik juga di ajak ngobrol maka berlanjutlah pertemanan kami sampai sekarang. Anak muda yang pantang menyerah menurutku..meskipun dia tau aku adalah seorang janda memiliki anak satu.
Seringnya dia menjemput aku kalau pulang kantor, atau pada saat libur dengan sengaja datang kerumah hanya untuk mengajak Alif pergi bermain...tadinya aku tidak suka dgn apa yang dia lakukan, aku malu terhadap tetangga rumah yang suka berkumpul kalau sudah sore hari..maklumlah tinggal di komplek.

Sampai akhirnya Yudi datang menemui orang tuaku dengan tujuan untuk melamar aku dan menjadikan aku sebagai istrinya. Karna niatnya yang tulus dan aku juga tidak ingin tetangga mencemooh maka aku pun tidak bisa menolaknya.
Perkenalan yang berjalan delapan bulan akan ku akhiri dengan pernikahan.

***
Tibalah hari pernikahan dimana semua keluarga berkumpul, kecuali ibu mertuaku yang tidak hadir karna sakit. Hari itu aku hanya bisa berdoa memohon kepadaNya semoga pria yang di hadapanku ini terbaik buat aku, Alif dan masa depanku.

Dari pernikahan ini kami di karunia anak laki-laki yang sekarang sudah berumur satu setengah tahun, Awalnya kupikir pernikahan kami berjalan dengan baik, Dia tidak pernah melawan aku meskipun kadang aku selalu keras dengannya. Dia selalu bersikap baik terhadap ibuku, Alif dan tentunya terhadap anak kandungnya Alfa.
Karna tempat kerjanya 4 jam perjalanan makanya Dia tinggal di mes dari fasilitas kantor. Sesekali baru pulang. Pernah aku berpikir untuk ikut dengannya tapi aku tidak tega meninggalkan ibu ku sendiri dan meninggalkan pekerjaanku yang sudah sangat lumayan buat aku dan keluargaku.
Meskipun aku kadang tidak suka dengan sifat ibu yang selalu ikut campur dalam hal rumah tanggaku tapi dia tetap ibu yang harus ku jaga, sejak meninggalnya ayah.
Aku juga sudah menyarankan Dia untuk tetap tinggal di rumah dan mencari pekerjaan baru..karna tidak ingin mendegar omelan ibu dan meninggalkan pekerjaan ya jadi beginilah kami menjalani hidup, satu di sana dan satunya lagi di sini. Hampir setiap aku menjenguknya atau Dia pulang kerumah aku selalu memeriksa laptop dan hanphonenya.
Meskipun kadang suamiku tidak suka dengan apa yang aku lakukan tapi aku selalu ingin menang sendiri. Karna kupikir suamiku tidak pernah marah maka semua yang aku lakukan bisa di terima olehnya.

Sampai suatu hari tepat jam 1 malam suamiku sampai di rumah, karna aku mengatuk sekali dan capek aku tidak bisa melayaninya, aku memberi pengertiannya untuk tidak sekarang.
Paginya tanpa sarapan dan pamit pergi begitu saja, aku pikir karna masalah semalam makanya dia marah. Siang itu ku sms lah “ kenapa pergi bekerja tidak pamit “ jawab suamiku “ aku marah dan kesal kamu tidak bisa menghargai aku sebagai suami..kalau gini caranya kita pisah aja “.

Langsung aku menelfonnya “ kenapa pa..kok papa bicara seperti itu, iya mama tau mama salah , mama minta maaf. Sekarang papa dimana pulangya kita bicara baik2.
Suamiku tidak menjawab hanya mengirimkan sms “ aku sudah terlanjur kesal dengan mama, aku tidak ingin pulang.

Terduduk aku di sudut kamar..ada apa dengan suamiku, tidak seperti biasanya..semoga aja ini hanya kemarahannya sebentar. Yaallah apa aku terlalu keras terhadap suamiku..apa aku terlalu jahat terhadap suamiku...ya allah aku tidak ingin sesuatu terjadi.
Berulang kali aku sms, telfon juga tapi hasilnya nol..tidak ada balasan apalagi telfon balik.

Aku menyusulnya ketempat kerja, tapi hasilnya nol..aku malah di tinggal di pingir jalan, kususul dia ke mesnya kata temennya sudah 2 hari gak pulang.
Akhirnya aku kembali lagi ketempat kerjanya...2 jam aku menunggu akhirnya suamiku muncul juga..tapi tetep juga hasilnya nol dia tidak mau menerima maaf atas kesalahan aku..di bibirnya hanya keluar aku terlanjur sakit hati.
Ditinggalnya aku di parkiran motor sambil menagis aku menyetop taksi yang ada. Aku kembali pulang kerumah..
Sudah hampir 1 minggu tidak ada kabar darinya.., Anakku Alfa jatuh sakit kena disentri dan harus di rawat..
Ku kabari suamiku kalau anakny sakit..tapi tidak ada jawaban, aku mencoba menghubungi temannya ..temannya hanya menyampaikan kalau Yudi tidak mau pulang karna gak ada uang.
Aku memohon kepada temannya untuk memijamkan uang nanti saya ganti...sudah dipinjamkan uang juga tidak mau pulang.
Sampai anakku sembuh juga dia gak pulang.

Dalam doaku “ Yaallah sesungguhnya Engkau yang mengatur semua ini..walaupun aku keras terhadapnya YaAllah tapi aku sangat sayang padanya, aku tidak bisa hidup tanpanya YaAllah..aku tidak ingin ada perpisahan yang kedua kali dalam hidupku Ya Allah.
Apa kesalahanku sudah tidak dapat di ampuni YaAllah. YaAllah berilah petujukMu.

Tadinya aku ingin meyelesaikan masalahku pagi ini dengan menyusulnya lagi, siapa tau ada jalan..tiba-tiba HP berbunyi sms masuk..” Mam..papa minta maaf ya..mungkin papa udah keterlaluan gak bisa mengerti mama”
Kulihat Alfa yang masih tidur..Terimakasih Tuhan karna mendengar doaku, Malam itu aku juga sudah berniat untuk tidak lagi keras terhadapnya dan meninggalkan pekerjaanku. Karna kupikir inilah jalan terbaik.


****
Tepat jam 11 malam aku sms temanku, minta pendapatnya gimana..” Maafya Mul karna sudah menggagu malam2 aku tidak tau harus cerita ke siapa, masih masalah yang kemarin “.

!!jawab : Gak kok..inilah gunanya teman, belum selesai ya Mam..bukannya kemarin udah baik2 aja, ada masalah apa lagi Mam.

“ Ternyata suami kk selingkuh..dia punya pacar..gimana nich mul....(sambil nagis nich ) ...

!!jawab : Gini aja dech mam..cari tau dulu beber apa gak atau gimana ya....

2 komentar:

Omiyan mengatakan...

saya juga sering mengalami benturan bareng istri dan hampir sama, tapi saya sebagai suami jika ada masalah tidak mau bercerita kepada orang lain dengan alasan takut bertambah runyam dan buat saya penyelesaian yang baik diamkan dulu baru bicara langsung dengan istri (suami)....

Moga selalu diberikan keberkahan dan kebahagiaan dalam membina rumah tangga, Insya Allahs elama kita kompak dan saling mengerti apapun bisa dilalui ... anggaplah setiap masalah sebagai ujian kenaikan kelas kita setiap saat...

Salam

Adhini mengatakan...

Bener Omiyan...hidup berumah tangga ternyata tidak gampang dan tidak menyelesaikan masalah di masa lajang.

Semoga aja dengan aku menganti nama aktor utamanya aku bukan termasuk orang yang tidak memegang amanah...Karna pusing juga jika di pikirkan.

Posting Komentar

Kunjungan sahabat sangat berarti buatku, terlebih lagi bila sahabat mau mengomentarinya....Terimakasih..