Tampilkan postingan dengan label Untuk Ayahku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Untuk Ayahku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Oktober 2011

Untuk Ayah di Surga

" Ayah, apa kabar ".

Aku selalu kangen sama Ayah dan Ibu. Bila mendengar lagu sedih, bila anakku nakal, bila anakku meminta jajan , bila aku bersenang-senang dan bergembira aku selalu ingat kalian .....semua yang dilakukan anakku dan apa yang aku alami , aku selalu ingat kalian.

Betapa susahnya kalian menjaga dan membesarkan aku...hingga dewasa, sayangnya kecintaan dan ketulusan yang ayah berikan kepadaku tidak dapat ku balas dengan baik. Kini hanya do'a setiap malam yang dapat aku berikan.

" Ayah, alhamdullilah hidupku sekarang sudah lebih baik ". Begitu juga dengan anak ayah yang lainnya. Semua berkat do'a ayah kepada kami. Cucu-cucumu juga sekarang sudah banyak...semuanya manis-manis dan mengemaskan. Bila ayah ada... mungkin ayah akan bahagia, tertawa lepas bersama mereka.

" Ayah, ada banyak hal yang ingin aku sampaikan kepadamu ".

Tentang perasaanku, kehidupanku, pekerjaanku dan tugasku sebagai ibu. Selain itu, aku juga ingin ayah tau bahwa aku begitu sangat menyayangi ayah. Jadi jangan pernah ayah berperasangka kalau aku tak menyayangi ayah karna tidak mengikuti keinginan terakhirmu.

" Ayah, kini 8 tahun sudah terlewat...tapi rasanya baru kemarin aku menemami ayah. Tidur di kamarku terakhir kali, memijit kaki dan kepala ayah...dan ternyata itu adalah malam terakhir aku menemani ayah.

" Ayah, maafkan aku....mungkin aku bukan anak yang baik, anak yang tidak berbakti, anak yang tidak bersyukur, tetapi aku akan berusaha untuk menjadi seperti ayah dan ibu....kuat dalam menghadapi segala masalah, lebih bersabar menghadapi anak dan hidup ini. Dan berusaha untuk menjadi anak yang selalu berbakti kepadamu dan kepadaNya.

" Ayah ".

Saat ayah hadir dimimpiku beberapa malam lalu...aku merasa Surga adalah tempatmu. Senyummu, wajahmu begitu bersinar sejuk dan bercahaya. Meskipun itu hanyalah mimpi tapi aku senang karna Ayah masih mau hadir dalam tidur malamku.

" Ayah , sampaikan salamku pada Ibu ". Kami semua begitu cenggeng hingga selalu merindukan kalian.

Peluk ciumku Untuk Ayah di Surga yang sudah tenang.

~ Yang Terbaik Bagimu ( Ayah ) ~

Teringat masa kecilku kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu buatku melambung
Disisimu terngiang hangat napas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu

Kau inginku menjadi yang terbaik bagimu
Patuhi perintahmu jauhkan godaan
Yang mungkin ku lakukan dalam waktu ku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku terbelenggu jatuh dan terinjak


Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuh maumu

Andaikan detik itu kan bergulir kembali
Ku rindukan suasana basuh jiwaku
Membahagiakan aku yang haus akan kasih dan sayangmu
Tuk wujudkan segala sesuatu yang pernah terlewati


Lagu : Ada Band Feat Gita Gutawa

**
Hari Sabtu , tanggal 8 Oktober 2011 genap 8 tahun ayahku meninggal dunia karna sakit.



Jumat, 07 Oktober 2011

I miss You

Disaat umurku yang tidak muda lagi, apakah aku masih pantas mengatakan kalau aku masih selalu merindukan mereka.

“ Apapun jawabannya, ...aku akan mengatakan”.

" Aku akan selalu merindukan mereka".


Ayah dan Ibu

***

Perasaan rindu dan kehilangan yang akhir-akhir ini tak bisa di tutupi, seperti merasa kalau aku masih Yatim Piatu.

^ - ^...Ayah...banyak hal yang ingin aku katakan padamu.

" Ibu ", maafkan aku.



Senin, 18 Oktober 2010

Ayah, Aku Mohon Maaf


Tanggal 8 Oktober genap 7 tahun sudah Ayahku pergi...pergi untuk selamanya..pergi meninggalkan aku dan 5 saudaraku..awal yang sulit bagiku, sedih , kehilangan kekosongan diri...itulah yang aku alami waktu itu. Berbahagialah bagi yang masih memiliki kedua orang tua baik Ibu atau Ayah...sayangi mereka dan bahagiakanlah mereka..karna harta tak ternilai adalah Ayah dan Ibu...

Ayah, Aku Mohon Maaf

Dan pohon kemuning akan segera kutanam
Satu saat kelak dapat jadi peneduh
Meskipun hanya jasad bersemanyam disini
Biarkan aku tafakur bila rindu kepadamu

Walau tak terucap aku sangat kehilangan
Sebagian semangatku ada dalam doamu
Warisan yang kau tinggal petuah sederhana
Aku catat dalam jiwa dan coba kujalankan

Meskipun aku tak dapat menunggumu saat terakhir
Namun aku tak kecewa mendengar engkau berangkat
Dengan senyum dan iklas aku yakin kau cukup bawa bekal
Dan aku bangga jadi anakmu

Ayah aku berjanji akan aku kirimkan
Doa yang pernah engkau ajarkan kepadaku
Setiap sujud sembahyang engkau hadir terbayang
Tolong bimbinglah aku meskipun kau dari sana

Sesungguhnya aku menagis sangat lama
Namun aku pendam agar engkau berangkat dengan tenang
Sesungguhnya aku merasa belum cukup berbakti
Namun aku yakin engkau telah memaafkanku

Air hujan mengguyur sekujur kebumi
Kami yang ditinggalkan tabah dan tawakal

Ayah aku mohon maaf atas keluputanku
Yang aku sengaja maupun tak kusengaja
Tolong pandangi kami dengan sinarnya sorga
Teriring doa selamat jalan buatmu ayah tercinnta

Sosok Pria yang aku Rindukan.....
Lirik : Ebit G Ade

Selasa, 02 Maret 2010

Ayah & Ibu

Aku Rindu Ayah

Kenapa banyangmu selalu ada, terkadang aku berusaha untuk menghilangkannya dalam sehari, tanpa terasa air mata ku berlinang....
disaat Ayah membutuhkan aku, tapi tidak adanya aku di samping Ayah, sebagai seorang anak...sepertinya dosaku tidak dapat di ampuni..,
bakti ku tidak mampu menggores luka yang teramat dalam , Ayah tidak memahami kerinduan seorang anak yang sangat mencintaimu.
'Ayah selalu bilang sayang padaku tetapi ayah tidak menjaga kesehatan, membuat ayah menjadi sakit, kenapa yah? Aku juga mencintaimu, Aku tidak ingin ayah pergi.
Jika aku menangis, siapa yang akan mengusap air mataku? Jika aku kangen, siapa yang memelukku?, Jika aku menikah, siapa yang akan menjadi waliku?
Jika aku punya anak, siapa yang akan menjadi kakeknya? Ayah tidak pernah menjawab setiap kali aku bertanya, ayah hanya tersenyum. Hatiku perih, ayah. Semua kenangan itu, senyummu selalu membuat berlinang air mataku, tidak ada seorangpun yang dapat menghentikannya ayah , karena aku rindu padamu..Ayah...

....Aku sayang pada Ibu..

Engkaulah segalanya buat aku.
Tiada duanya di dunia ini...
Setiap pagi Ibu bangun sebelum anak-anak dan suamimu bangun
membersihkan rumah, membuatkan kami sarapan, dan membuatkan kami minuman.
Pekerjaan tidak sampai di situ..

Ibu selalu sabar menjaga Ayah yang sedang sakit..meskipun kadang Ayah marah tapi, ibu tidak pernah melawannya.
Kadang sakit yang dideritapun tidak Ibu bagikan kepada yang lain.
Meskipun Ibu sering marah-marah tapi aku tau sebenarnya ibu sangat sayang kepada kami...

Penyesalanku tiada akhir...sampai akhir hayat Ibu ...aku tidak bisa berbuat apa...
Ibu aku sayang Ibu....